TULISAN 1
1. CERPEN YANG BERKAITAN
DENGAN HUBUNGAN MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
TANGGUNG JAWAB ADE
Sebenarnya Ade tahu dan mengerti,
setiap hari Kak Nina selalu membantu Ibu menyiapkan makanan untuk dijual.
Mengantarkan ke warung-warung dengan
mengendarai sepeda sebelum pergi ke sekolah. Ade juga tahu, Kak Nina
sering terlambat tiba di sekolah karenanya. Tetapi anehnya Kak Nina tidak
pernah tertinggal pelajarannya. Kak Nina di rumah selalu mengulang pelajaran
yang diberikan di sekolah. Dan rasa-rasanya, Kak Nina adalah orang yang paling
baik di rumah ini. Dan Ade tidak pernah merasa iri bila Kak Nina dibelikan
sesuatu sedang dia sendiri tidak.
Tetapi sekarang ini, pagi hari ini, Ade
bersungut-sungut. Kak Nina sakit, berarti tidak berangkat ke sekolah dan tidak
ada yang mengantar dagangan ke warung-warung. Ibu sudah lama tidak bisa pergi
ke mana-mana karena mudah sakit kepala. Satu-satunya
yang
bisa diharapkan adalah Ade.
"Apa Ade tidak ingin membantu ibu?
Sekali ini saja, selagi Kakakmu sakit, De...," Ibu berkata dengan penuh
harap.
sekolah2
"Ade hari ini ada ulangan, Bu.
Harus berangkat lebih awal... Semalam tidak sempat banyak belajar...,"
jawab Ade sambil menyiapkan buku-bukunya. Wajahnya tampak cemberut. Ibu menarik
nafas panjang mendengar alasan yang diberikan Ade. Kalau sudah demikian, mau
apa lagi?
"Biarlah saya sendiri saja, Bu.
Rasanya kepala saya sudah tidak pening lagi," seru Kak Nina dari dalam
kamar. Mendengar suara Kak Nina, Ibu lalu meninggalkan Ade yang masih berwajah
cemberut.
“Betul
kau sudah sehat, Nina? Ibu khawatir nanti malam tambah sakitmu," kata Ibu.
Kak Nina bangkit perlahan dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi. Ibu
hanya mengawasi dari belakang sambil menggendong adiknya yang masih bayi.
"Kenapa tidak kau bilang dari tadi
kalau badanmu tidak sehat, Nin? Kalau saja kau bilang selagi Bapak belum
berangkat, pasti Bapakmu yang mengantarkan kue-kue dagangan kita ini...,"
bisik Ibu.
"Baru terasa setelah saya mandi
tadi Bu... Mulanya tak terasa apa-apa. Mungkin juga sebentar saja sembuh,
Bu," jawab Nina sambil terus berpakaian.
Ade berangkat tergesa-gesa. Ada ulangan,
begitu alasan yang disampaikannya untuk menolak tugas yang biasa dilakukan Kak Nina. Padahal ia tidak
langsung menuju ke sekolah, karena di sekolah pada waktu sepagi itu masih sepi.
Bahkan mungkin gerbangnya belum dibuka. Dan sebenarnya pula tidak ada ulangan.
Ade sengaja menolak tugas itu karena malu. Ia tidak mau teman-temannya
melihatnya naik sepeda sambil membawa keranjang kue-kue. Ia tidak mau
dikata-katai teman-teman seperti yang dialami Alip yang mengantarkan koran tiap
pagi itu.
Hari masih pagi benar. Ade tidak tahu
akan kemana tujuannya pada pagi itu. Apakah akan mampir ke rumah Tina? Atau
Ninuk? Ah lebih baik ke rumah Yova saja. Biasanya anak itu sudah siap pada pagi
sekali. Aku bisa meluangkan waktu menunggu siang di rumahnya, pikir Ade.
Tiba di rumah Yova, Ade ternyata harus
menunggu lama sekali. Yova masih berjalan-jalan bersama adiknya yang masih
kecil. Mama Yova sedang menata meja makan untuk sarapan Papanya. Kakak Yova
sedang mengepel lantai. Papa Yova sedang mencuci mobil. Bik Icih sedang
membantu mempersiapkan makanan di dapur. Dan Ade merasa jengah menunggu di
teras.
“Tunggu sebentar, De. Yova Cuma mengajak jalan-jalan Vina menghirup
embun pagi. Tak lama lagi dia pasti kembali. Dia juga sudah siap akan
berangkat...," kata Papa Yova mencoba menentramkan kegundahan Ade yang
sedang menunggu itu.
Tetapi yang dikatakan oleh Papa Yova itu
ternyata lama sekali bagi Ade. Jam dinding di rumah Yova menunjukkan pukul enam
lebih sepuluh menit. Jarumnya bergerak perlahan. Ade semakin merasa tidak enak
duduk di kursi teras. Tak lama kemudian Bik Icih mengantar secangkir teh manis
dengan ubi goreng.
"Silakan diminum, Neng Ade," Bik Icih menawarkan.
"Saya mau berangkat dulu, Bik," jawabnya kepada Bik Icih. Lalu
kepada Papa Yova dia pamitan sambil bergegas pergi, "Terima kasih... Om,
saya mau berangkat saja dulu. Mau mampir ke rumah Ninuk, Om..." la
tiba-tiba gugup. Papa Yova keheranan, demikian pula Bik Icih. Mereka heran
melihat Ade tiba-tiba pergi dan melangkah lebar-lebar meninggalkan rumah itu.
Semua orang sibuk, semuanya bekerja.
Semuanya, tanpa kecuali. Kak Nina juga. Padahal Kak Nina sedang sakit. Karena
tanggung jawabnya sebagai anak tertua dan juga karena rasa sayangnya kepada
keluarga, Kak Nina berpayah-payah pergi mengantar kue. Padahal Kak Nina sakit.
Bagaimana kalau sakitnya bertambah parah? Bagaimana kalau Kak Nina jatuh dari
sepeda karena kepalanya pening? Bagaimana kalau sampai... ah. Ade
seperti
ingin menangis selama perjalanan menujuh ke sekolah. Hatinya begitu gundah. Ia
tak jadi ke rumah Ninuk. Sekolah masih sepi, baru beberapa anak saja yang
datang.
Selama pelajaran berlangsung Ade tidak
bisa memusatkan perhatiannya pada pelajaran. Beberapa kali ditegur Pak Adi
karena melamun. Ia ingin segera pulang. Ingin segera menjenguk Kak Nina.
Mungkin Kak Nina tambah parah sakitnya, mungkin Kak Nina jatuh dari sepeda karena
kepalanya pening lalu ada kendaraan yang menabraknya Hap.. .
"Kau sakit, Ade?" tiba-tiba
terdengar teguran Pak Adi. Ade gelagapan. Rupanya tadi la melamun selama Pak
Adi menerangkan. Pak Adi lalu menghampirinya. Meraba keningnya. Ade jadi terharu.
"Kepalamu hangat. Pulang saja, ya.
Nanti bertambah parah..." kata Pak Adi. Ade menurut. Ia bergegas
meninggalkan sekolah. Ade berjalan dengan setengah berlari. Agar secepat
mungkin bisa tiba dirumah melihat Kak Nina.
Dengan tergopoh-gopoh ia memasuki rumah.
Ibu sampai keheranan melihat sikapnya. Langsung menuju ke kamar Kak Nina. Dan
Kak Nina terbaring di pembaringannya.
Ade seperti ingin menubruk kakaknya yang
sedang terbaring itu. Kak Nina jadi terheran-heran dibuatnya.
"Ada apa, De? Kenapa kau tiba-tiba
begini?" tanya Kak Nina.
"Maafkan aku, kak. Sebenarnya aku
tidak ada ulangan... Aku cuma malu mengantarkan kue-kue itu " Ade langsung
saja menangis. Suaranya jadi tidak jelas terdengar.
"Sudahlah, jangan menangis. Yang
penting kau sudah menyadari kesalahanmu dan tak akan mengulanginya lagi. Untuk
kali ini tak apa-apa. Kakak memaafkanmu, De," Lembut suara Kak Nina.
Menyejukkan hati Ade. Mengobati rasa sesalnya agar tidak berkepanjangan.
Dan keesokan harinya, Kak Nina masih
sakit. Ade benar-benar melaksanakan apa yang dijanjikanya kepada kakaknya.
Tanpa ragu lagi Ade menjinjing keranjang kue-kue. Dengan sepeda jengki ia
berkeliling mengantar kue-kue itu ke warung-warung. Tak ada yang mengejek, tak
ada yang menggoda, tak ada rasa malu. Yang ada adalah rasa tanggung jawab yang
besar.
sumber :
CERPEN YANG BERKAITAN DENGAN HUBUNGAN MANUSIA DAN PANDANGAN
HIDUP
Cinta Pandangan Pertama Ditaman
Diminggu cerah ini seorang gadis berjogging ditaman
komplek,gadis cantik bermata belo dengan mata berwarna hijau terang dengan
hidup mancung berpipi chubby dan mempunyai lesung pipi dikanan dan kiri pipi
chubby nya,sedang asyik mendengarkan lagu sambil berlari2 kecil,ia adalah
asyiffa zahra lubis gadis campuran batak dan arab,sambil bersendandung kecil ia
berlari baru saja ia melewati taman bermain ia melihat gadis kecil yang bisa
dikirakan umurnya 5 tahun sedang menanggis,karena syiffa tidak tega ia
mendatangi anak kecil itu
"
ade kenapa nanggis,ayah atau bunda ade mana?" Tanya syiffa lembut sambil
mengelus rambut anak kecil itu
"
ayah sama ibu caca ada dirumah,tapi caca lupa rumah caca dimana?" Ujar
anak gadis kecil bernama caca
"
emang caca kesini sama siapa,koq bisa disini?" Ucap syiffa
"
caca sama kaka rico,tadi kaka rico bilang caca suruh tunggu sini sebentar kaka
rico mau beli minum,tapi caca ga nurut jadi caca muter2 taman,eh terus caca
lupa tempat caca ditinggal sama kaka rico" ujarn gadis kecil itu sambil
mengelap air mantanya dengan punggung tanggan
"
yaudah caca sama kaka dulu,ntar pasti kaka caca nyariin,caca dama kaka dulu
yah" ujar syiffa
"
iyah,caca disini ajah ama kaka,caca takut sendiri, nama kaka siapa? Aku tasya
saufika alya,tapi dipanggil caca" ujar gadis kecil bernama caca
"
nama kaka asyiffa zahra lubis,panggil ajah kaka syiffa" ujar syiffa.syiffa
dan caca asyik bercanda dan ditempat lain.
Seorang
laki2 kembali ketaman dimana adeknya berada,dan baru ia sampai,ia tidak melihat
adek nya disana
"
caca kamu dimana,caca sayang jangan buat ka rico khawatir" ucap laki2 itu
yang pangestu.
tak
lain adalah rico yoga
ia
pun berkeliling taman,lama ia mencari ia melihat sosok gadis kecil yang mirip
dengan adeknya caca sedang berdua dengan seorang gadis sebaya dengan ia.ia pun
menghampir 2 orang tersebut.
"
caca kamu keman..??" Ujar rico terpotong saat syiffa menenggok(?) Dan
tatapan mereka berdua bertemu
"
sumpah cantik banget,ya tuhan dia bidadari atau putri dongeng" ujar rico
dalan hati
"
ka rico,ah untuk ka rico ketemu caca,coba kalo engga pasti caca gabisa
pulang" ujar caca
"
ka ini kaka caca namanya ka rico,ka rico kenalin ini ka syiffa,ka syiffa yang
bantuin dan tenangin caca tadi pas nangis" ujar caca sambil
tersenyum.setelah rico sadar dari lamunannya rico mengenalkan dirinya
"
rico yoga pangestu kakanya caca" ujar rico sambil mengulurkan tangannya
"
asyiffa zahra lubis " ujar syiffa sambil menyambut tangan rico
"
oiya aku harus pulang nih udah agak siang,ntar aku dicari sama bunda lagi"
ujar syifa,baru saja syifa ingin beranjak pergi sebuah suara menghentikannya
"
syiffa boleh aku minta nomor hape kamu,aku mau traktir kamu sebagai tanda terima
kasih" ujar rico gugup
"
boleh nih 0812****** "
"
yasudah makasih yah,ntar sore aku sms kamu dan minta alamat rumah kamu
gimana" tanya rico ragu?
"
oke deh,aku pergi dulu yah,dah caca sampai ketemu lagi" ujar syiffa lantas
pergi
Rumah
syiffa
Syiffa
berada dikamarnya ia memikirkan laki2 yang baru saja ia temui,laki2 tinggi
putih,berwajah tampan dan manis,hidung mancung bermata bulat dan berbibir
merah.
'
ahh lama2 aku stres nih mikirin rico mulu, mending rico mikirin aku,kalo
nggak?" Ujarnya sambil mengacak rambut frustasi.hape syiffa berbunyi dan
di melihat ada satu pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal
"
syiffa aku minta alamat kamu,nanti jam 3 aku jemput kamu?"RICO"syiffa
pun senang ia mendapat sms dari rico
"
rumah ku di perumahan angrek blok 2 no 34,aku tunggu yah" bales syiffa
"Sip
aku jemput kamu" balesan dari rico
Pukul
3 sore syiffa sudah berdandan rapi mengunakan dress berwarna biru,rambut
tergerai indah ia sangat cantik.sebuah mobil jazz berhenti didepan
rumasyiffa,dan membunyi kan klakson.
"
bunda syiffa berangkat yah,temen syiffa udah dateng" pamit syiffa kepada
bundanya yang dari tadi menemani syiffa menunggu rico
"
yaudah hati2 yah sayang,jangan pulang malem" ujar bunda syiffa
"
oke deh bun asalamualaikum" pamit syiffa dan mencium tangan bundanya dan
pergi
"
waalaikumsalam"
Rico
pun sudah menunggu syiffa didepan mobilnya,sore ini rico sangat tampan
mengunakan kemeja biru sama seperti warna dress syiffa dan celana levis hitam.
"
maaf yah lama " ujar syifa saat tiba didepab rivo,rico terpanah dengan
dandanan syiffa sore ini cantik dan elegan.
"
eh engga koq,santai ajah, yaudah ayo masuk" ujar rico lalu membuka pintu
monbil untuk syiffa
"
makasih" ujar syiffa
"
sama2 syiffa " ujar rico lalu menutup pintu mobil penumpang yang tadi
dibuka untuk syiffa dan langsung masuk kepintu sebelah kanan mobilnya,mobil
rico pun melaju,dan membaur(?) Dengam mobil lain dijalan.didalam mobil hanya
ada kebisuaan,mereka berdua sibuk dengan pikiran mereka masing2.dan sampai lah
direstoran eropa yang mewah dan berkelas
"
kamu gausah berlebihan rico,ngapain kita makan direstoran mewah,apa kamu ga
sayang uang kamu cuma buat makanan mahal,mending kita makanan dilanganan aku
ajah" ujar syiffa
"
sumpah ini cewe udah cantik,baik,dan gasuka hambur2in uang lagi,wah calon istri
idaman" ujar rico dalam lamunannya
"
rico kamu mau kan,makan ke tempat favorit aku" ujar syiffa sambil
mengibas(?) Kan tangannya didepan muka rico,rico pun tersadar dari lamunannya
"
eh yaudah kamu kasih tau jalannya ajah" ujar rico syiffa pun
mengangguk,monil rico pun meninggalkan restoran eropa itu dan pergi ke tempat
makan favorti syiffa.sesampainya ditempat makan,tempat makan sederhana yang
dibasa dibilang resto kaki lima,tapi nyaman dan bersih.
"
ayo turun,disini enak tau makanannya,murah lagi,dan bersih" ujar syiffa
lalu turun,rico pun turun.mereka duduk dibangku pojok yang mengarah ketaman
kota syiffa pun memangil pelayannya dan memesan makanan.mereka pun kembali
bisu,lama membisu rico angkat bicara
"
kamu kuliah " tanya rico
"
iyah aku kuliah diUGM,kalo kamu?" Ujar syiffa
"
aku juga kuliah di UGM,emang kamu jurusan apa,ko aku ga pernah liat kamu?"
Tanya rico
"
aku jurusan seni,kamu?" Jawab dan tanya syiffa
"
pantes kan jauh banget kelasnya,aku jurusan psikolog" ujar rico,syiffa pun
mengangguk,kebisuan terjadi lagi.dan lagi2 rico angkat bicara,karena dya benci
kebisuan
"
kamu udah punya pacar,ntar kalo kamu punya pacar aku dimarahin lagi ngajak kamu
makan?" Tanya rico
"
belom koq,tenang ajah gaada yang bakal marah kamu" jawab syiffa.rico pun
mengangguk sambil tersenyum senang karena tau gadis yang ia suka dari pandangan
pertama tidak memiliki pacar.pesanan pun tiba mereka makan sambil bercanda2
Skip
Sampai
lah dirumah syiffa mereka berdua setelag makan ketaman kota,dan berjalan2
setelah itu pulang.
"
syiffa makasih yah udab mau dinner dan terima permohanan terimakasih aku"
ujar rico gugup
"
iyah sama2 aku turun yah,salamin buat caca dan ortu kamu" ujar syiffa baru
sajak ingin turun tangan rico menarik tangan syiffa
"
ada apa?" Tanya syiffa
"
gatau aku harus ngomong apa tapi sejak pertama kali aku lihat kamu aku langsung
suka dan cinta dama kamu,emang terlalu cepat buat kamu,tapi aku cuma mau
ngungkapka saja" ujar rico
"
bukannya aku nolak kamu tapi aku,belom bisa jawab sekarang kasih aku waktu,untuk
lebih mengenal kamu" ujar syiffa,rico pun hanya menangguk,syiffa pun turun
dari mobil rico dan mobil rico pun pergi meninggalkan halaman rumah syiffa
Skip
Sudah
sekitar sebulan syifa dan rico dekat dan syifa sudah mengenal rico,rico afdalh
laki2 yang baik,perhatian,sayang terhadap anak kecil, itu adalah laki2 yang
disuka oleh syiffa,begitu pun rico sudah tau sifat syiffa.sekarang mereka
berada ditaman saat pertama kali mereka bertemu mereka sedang lari pagi bersama
caca gadis kecil yang mempertemukan mereka.setelah lelah berlari mereka,mereka
duduk ditaman dan caca sedanf bermain dengan teman seumurnya,tnggalah syiffa
dan rico dibangku taman
"
syiffa aku pengen kasih tau kamu kalo aku sebentar lagi akan pergi" ujar
rico dengan wajah serius
"Kamu
mau pergi kemana?,terus kapan balik lagi?" Tanya syiffa dengan wajah
kecewa dan sedih
"Aku
akan pergi jauh,dan mungkin gaakan kembali,aku ada satu permohonan sebelum aku
pergi,kamu kan sudah lebih cukup mengenal aku,aku mau kamu terima aju jadu
kekasih kamu,soalnya aku udah gatahan lagi"ujar rico sambil menampakan(?)
Wajah kesakitan dan memohon
"
emng kamu kenapa pergi jauh dan ga akan kembalu lagi" ujar syiffa dengan
menahan tangisnya
"Aku
sakit parah dan sekarang dada aky sesak,kamy mau kan terima aky,aky sudah
terlalu lama nunggu jawaban kamu,,"ujar rico sanbil megang dadanya
"Iyah
aku terima kamu,dan kamu jangan tinggalin ak aku" ujar syiffa menanggis
"Terima
kasih syiffa I LOVE YOU" ujar rico dan menutup matanya
"
rico..rico..bangun kamu jangan merem,aku gamau kehilangan kamu aku sayang sama
kamu,rico I LOVE YOU TOO" uajar syiffa sambil berteriak memangil nama
rico. Semua yang ada disitu hanya diam dan melihat kearash rico dan syiffa,dari
samping dateng gadis kecil yang tidak lain caca.
"
udah ka rico aktingnya,kan udah diterima,dasar artis figurana" ujar syifa
sambil cengegesan (?)
"
apa maksud caca,ka rico bohongan?" Tanya syiffa,caca pun hanya
ngangguk.rico pun membuka matanya dan langsung cemgegesan(?)
"
ahh kamu bohongin aku,aku marah sama kamu" ujar syuffa cemberut
"
maaf deh abisnya aku selalu mnta jawaban kamu,selalu bilang nanti,aku juga
takutnya kamu gasuka dan gacinta sama aku jadi aku lakuin ini" ujar rico
dan menarik syiffa dalam pelukannya
"
tapi kalo yang kamu bilang kamu cinta aku beneran kan gabohong?" Ujar
syiffa
"
gimana yah? Kayanya sih bohongan" ujar rico dan mengacak rambut syiffa dan
langsung berlari dengan caca
"
caca ayo lari2 bentar lagi ka syiffa ngamuk" ujar rico
"
ahh kalian jahat" ujar syiffa dan mengejar mereka.
sumber :
http://riskazakiahsuka.blogspot.com/2013/05/cinta-pandangan-pertama-ditaman.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar