ILMU
BUDAYA DASAR
TUGAS 2 (
No.1)
MANUSIA
DAN CINTA KASIH
A.Pengertian
Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya
W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang
(kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata kasih artinya perasaan saying atau cinta kepada atau menaruh belas
kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata
kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Terdapat
perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang
rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan
rasa, mengarah kepada yang dicintai.
http://raditaryo.wordpress.com/2013/03/26/pengertian-cinta-kasih/
B.Pengertian Kasih Sayang
Kasih Sayang adalah
suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik makhluk
hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan
hati nurani yang luhur.Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya
untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan
saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin,
dan tua atau muda.Kasih sayang adalah perasaan sayang,perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang.
Kasih sayang dapat dikatakan juga
merupakan penunjuk akan sebuah cinta, yang menghubungkan rasa kasih dan
sayangnya pada seseorang yang dekat dengannya.Ada pula yang menyebutkan cinta
itu berbeda dengan kasih sayang. Namun, sebenarnya itu kurang tepat, karena cinta
adalah kasih sayang. Tapi kasih sayang itu belum tentu dapat dikatakan cinta.
·
Kasih
Sayang dalam Keluarga
Keluarga adalah
sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu kesatuan
merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan genelogis
dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya yang berbeda.
Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara anggota keluarganya
yang diikat dengan berbagai sistem nilai.
Salah satu faktor
yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan
adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya.
kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
1. Kebutuhan Akan
Rasa Kasih Sayang
Kasih sayang adalah
faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan
dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai
berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan ,
dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang
mempunyai sikap yang berlawanan.
2. Kebutuhan Akan
Rasa Aman
Seorang anak merasa
diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya diperhatikan
serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan keluarganya.
Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan keluarganya pada
umumnya akan merasa bahagia dan aman.
3. Kebutuhan Akan
Harga Diri
Setiap anak ingin
merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa ia ingin
diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau
mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya.
4. Kebutuhan Akan
Rasa Kebebasan
Kebutuhan yang
dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak
menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas
dan memiliki teman bergaul.
5. Kebutuhan Akan
Rasa Sukses
Setiap anak ingin
merasa bahwa apa yang diharapkan dari padanya dapat dilakukan sesuai dengan
keinginan orang tuanya, karena rasa sukses yang dicapai pada waktu kecil akan
berpengaruh pada kehidupan kelak.
6. Kebutuhan Akan
Mengenal Lingkungan
Kebutuhan anak akan
mengenal lingkungannya merupakan salah satu faktor yang penting dalam
memberikan rasa bahwa ia memiliki potensi , orang tua harus memperhatikan hal
ini dalam mendidik anaknya.
·
Kasih
Sayang dalam Kehidupan Bertetangga
Dalam kehidupan
masyarakat pemerintahan yang terkecil adalah rukun tetangga (RT) yang berperan
dimana orang-orang yang hidup disekitar wilayahnya tersebut berusaha untuk
membuat semacam keteraturan.
Nilai yang paling
pokok harus dimiliki oleh disetiap anggota oleh suatu kelompok masyarakat
adalah adanya rasa memiliki satu sama lainnya, rasa saling mencintai serta rasa
saling keterikatan akan menjadikan rasa sadar bahwa kehidupannya akan selalu
saling memperhatikan dan tepo seliro serta tidak akan mementingkan diri
sendiri.
C.Pengertian Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan merupakan perwujudan
kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian
mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria
dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pada
akhirnya dengan perpaduan kasih sayang, cinta dan kemesraan tersebut akan
menciptakan suatu keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga maupun dalam
menjalin hubungan cinta dengan kekasih kita.
Mesra juga dapat diartikan sebagai suatu proses
hubungan yang erat. Secara istilah, kemesraan dapat diartikan sebagai suatu
keadaan dimana kita memiliki hubungan yang sangat erat kepada seseorang, dan
kita merasa sangat nyaman bila di dekatnya. Tingkatan kemesraan dapat dibedakan
berdasarkan umur, yaitu :
1.Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam
masa puber. Pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin
yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat
2.Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara
pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun awal
perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya
semakin berkurang.
3.Kemesraan Manusia Usia Lanjut.Kemesraan bagi
manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan
jalan – jalan dan sebagainya.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/anthropology/2189133-pengertian-kasih-sayang-cinta-kemesraan/#ixzz1ri3uRT1H
D.Pengertian Pemujaan
Pemujaan adalah dimana kita
memuja atau mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan
dalam berbagai aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan
kepercayan yang ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu
kepercayaa bahwa para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan
untuk ikut mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa
budaya Timur, dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah
untuk menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan
kadang-kadang untuk meminta suatu tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi
sosial dari pemujaan leluhur adalah untuk meningkatkan nilai-nilai
kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua, kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan
garis keturunan keluarga.Pemujaan
merupakan salah satu investasi cinta manusia kepada Tuhan yang diwujudkan dalam
kimunikasi ritual, karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna
kehidupan yang sebenarnya.
Pemujaan
dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya. Manusia telah
berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan
mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk
pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan
Tuhan, membangun tempat ibadah yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi,
novel, film, dan sebagainya yang bertema mencintai Sang Pencipta
http://bali.panduanwisata.com/pura-hindu-bali/memahami-dan-mengerti-arti-dan-lambang-pemujaan-hindu/
E.Pengertian Belas
Kasih
Belas kasih (composian) adalah kebajikan -satu
di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain
dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial
yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam
filsafat, masyarakat, dan kepribadian . Belas kasihan adalah perasaan
welas asih atau kepedulian yang muncul akibat penderitaan orang lain.Dalam
cinta kepada sesama diberi istilah belas kasihan,karena cinta disini bukan
dilihat dari fisik atau materi melainkan dari penderitaannya.Kita perlu
mempunyai rasa belas kasihan untuk membantu orang orang yang sudah sepatutnya
diberi perhatian yang lebih karena penderitaannya.
F.Pengertian
Cinta Kasih Erotis
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan
sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan
berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan
suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu
secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta
kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan
sementara saja. Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta sejati, mempunyai
satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi
dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan jenisnya. Cinta
ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang ingin
menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman hidup
dalam mengarungi bahtera kehidupan. Kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis
(birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta
yang sesungguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa
disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih
sayang.
http://stephen-stephenlucky.blogspot.com/2012/11/makna-cinta-kasih-erotis.html
Unsur-Unsur
Cinta
Empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu :
1.Care
(perhatian).
Cinta harus
melahirkan perhatian pada objek yang dicintai.
Kalau kita mencintai
diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri.
Kalau kita mencintai
orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut
dan akan berusaha meringankan bebannya.
Kalau kita mencintai
Allah Swt., maka kita akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang
dimurkai-Nya.
2. Responsibility
(tanggung jawab).
Cinta harus
melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai.
Orang tua yang
mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material,
spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan
bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah
tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab
akan kemajuan perusahaannya.
Orang yang mencintai
Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi
larangan-Nya.Itulah Responsibility.
3.
Respect (hormat).
Cinta harus
melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai,
kelebihannya kita
syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang
dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya.Inilah yang disebut respect.
4.
Knowledge (pengetahuan).
Cinta harus
melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai.
Kalau kita mencintai
seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus
berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan
beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami
ajaran-ajaran-Nya.
Beberapa unsur yang sering
ada dalam cinta menurut antar pribadi,yaitu :
·
Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
(yang tentunya sangat jarang kita temui sekarang ini).
·
Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan (bukan saling memanfaatkan).
·
Komitmen: keinginan untuk mengabadikan cinta, tekad
yang kuat dalam suatu hubungan.
·
Passion:
Hasrat dan atau nafsu seksual yang cenderung menggebu-gebu.
·
Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
secara fisik, termasuk di dalamnya hubungan seksual.
·
Kepentingan pribadi: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi,
cenderung egois dan ada keinginan untuk memanfaatkan pasangan.
·
Pelayanan: keinginan untuk membantu dan atau
melayani.
·
Homoseks:
Cinta dan atau hasrat seksual pada orang yang berjenis kelamin sama, khususnya
bagi pria. Bagi wanita biasa disebut Lesbian (lesbi)
http://dewimelati.wordpress.com/2012/03/20/bentuk-cinta/
Bentuk-Bentuk
Cinta
Ada 3 macam bentuk-bentuk dari cinta,yaitu :
- Eros, asal kata ini
adalah dari dewa mitologi Yunani, Eros, yang adalah dewa cinta. Eros
adalah cinta manusia semata, yg diinspirasi oleh sesuatu yang menarik
dalam objeknya. Eros merupakan cinta yang tumbuh dari seseorang kepada
yang lain. Misalkan, Zen suka sama gw karna gw cantik. hehe… misalkan lho,
jangan sewot gituw ah. N faktor x lainnya yg berhubungan dengan fisik
sehingga menimbulkan gairah sex, seperti dalam Inggrisnya “Erotic”.
- Storge – Storge adalah
ikatan alami antara ibu dan anak, bapak, anak-anak, dan sodara. William
Barclay menyebutkan, “kita tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara
kita; darah lebih kental daripada air” (N.T. Words, 1974).
- Philia, setingkat
lebih tinggi dari eros, berhubungan kejiwa daripada tubuh. Ini adalah cinta
antar sahabat. Menyentuh kepribadian manusia—intelektual, emosi, dan
kehendak, melibatkan saling berbagi. Cinta yg timbuh dari perhatian dan
kebersamaan. Ada sedikit eros dalam philia. Kita memilih teman karena
kesenangan yang bisa kita dapatkan dari mereka. Ada kualitas pribadi dalam
mereka yang kita hargai, kepintaran dan ketertarikan budaya,dan ekspresi
diri yang saling memuaskan.
http://okhacool.wordpress.com/2009/01/17/3-macam-bentuk-bentuk-cinta/
(No.2)
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.Pengertian Keindahan
Keindahan atau Keelokan merupakan sifat dan
ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman
persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi,
psikologi sosial, dan budaya. Sebuah
“kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki
fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk
kesempurnaannya. Keindahan
berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek. Benda yang
mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni
indah), pemandangan alam, manusia, rumah, suara, warna, dll. Karena itu dapat
dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat
menikmati keindahan.
Keindahan
yang bersipat universal, yaitu keindahan yang tak terikat oleh selera
perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu. Ia bersipat menyeluruh.Segala
sesuatu yang yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://dannywahyuanggoro.blogspot.com/2012/11/definisi-keindahan.html
B.Macam-Macam Keindahan
·
Macam-Macam Keindahan Dalam Arti Luas
1. Definisi Keindahan
Keindahan
merupakan kata berimbuhan yang memiliki kata dasar indah. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Indah merupakan keadaan enak di pandang, elok, dan cantik.
Dan Keindahan merupakan sifat-sifat yang
indah, atau keelokan.
Keindahan
adalah susunlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal
kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony)
kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Filsuf
abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang
menyenangkan bilamana dilihat.
Pengertian
keindahan sangatlah luas. Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan
menjadi 3, yaitu :
- Keindahan dalam
arti luas.
The
Liang Gie menjelaskan bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide
kebaikan.Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi :
- Keindahan Seni :
Macam keindahan yang dihasilkan dari suatu hasil karya suatu seni.
- Keindahan Alam :
Macam keindahan yang berada dialam sekitar, baik yang Tuhan ciptakan
maupun dengan olahan tangan manusia.
·
Keindahan
Moral : Macam Keindahan yang berasal dari tindakan positif yang dilakukan oleh
manusia.
- Keindahan
Intelektual : Macam keindahan yang berasal dari orang yang menggunakan
kecerdasannya untuk bekerja, belajar,membayangkan, mengagas, menjawab
persoalan tentang berbagai gagasan.
Keindahan
dalam arti luas meliputi,sebagai berikut :
·
Keindahan
dari jasmani dan rohani dapat di ibaratkan keindahan dari jiwa maupun raga yang
dimiliki oleh manusia.
·
Keindahan
seni dapat diartikan dengan pembuatan hasil karya, entah itu karya musik, tari,
patung, maupun lukisan.
·
Keindahan
alam dapat di artikan dengan penglihatan akan suatu pesona alam, dan dapat
dijelaskan dengan kata-kata begitu juga sama dengan keindahan seni.
·
Keindahan
moral dapat dilihat dari perilaku, kepribadian dan tata karma setiap individu
manusia.
·
Keindahan
intelek dimana keindahan dalam cara manusia berfikir dengan cerdik
http://sandisanjaya.wordpress.com/2012/04/25/keindahan-dan-contohnya/
·
Macam-Macam
Keindahan Dalam Arti Estetik
Keindahan dalam arti
estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik
murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala
sesuatu yang diserapnya
Kata
estetika berasal dari kata Aesthesiss yang artinya perasaan atau sensitivitas,
karena memang pada awalnya pengertian ini berhubungan dengan lidah dan
perasaan. Dalam pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu
yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum.
Dalam
pengertian teknis, Estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari
keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan pada perasaan
bila kita memandang sesuatu obyek dan obyek itu dapat memberikan rasa senang,
puas dan sebagainya yang sejalurdengan kata tersebut, maka dapat dikatakan
obyek yang dipandang itu mengandung keindahan.
Macam – macam nilai estetik dari sebuah keindahan,sebagai berikut :
1. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda
sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory
value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
2. Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang
bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu
sendiri.
Contoh :
· Puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, bait, sajak, irama, itu
disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca
melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
· Tari,tarian Damarwulan-minakjinggo
suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan
gerak-geriknya.Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang
ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan
nilai instrinsik.
http://adeadangsuryana.wordpress.com/tag/keindahan-dalam-arti-luas/
http://prasetyaha.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-keindahan.html
·
Macam-macam keindahan
dalam arti sempit(terbatas)
Keindahan
dalam arti terbatas
Keindahan
dalam arti sempit atau terbatas yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat
diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna.Keindahan dalam arti terbatas
dalam hubungannya dengan penglihatan.Keindahan dalam arti yang terbatas,
mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda – benda
yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna,
bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah
suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara
benda itu dengan si pengamat.
C.Faktor-Faktor Pendukung
Seniman Menciptakan Keindahan.
Faktor
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir
penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau
niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin
berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda
ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya
atau di luar dirinya.Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas
melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang
tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi
dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin.
Faktor
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan
menikmati sesuatu yang indah.Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan
dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan
keindahan, sedangkan ekstansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan,
menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat kontemplasi dan ekstansi itu
berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya
seni juga berbeda-beda.
Tujuan seniman menciptakan keindahan,yaitu :
1) Tata nilai yang
telah usang
Tata
nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan
keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan
nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan
yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan
moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan
manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
Sebagai
contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul
“Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes
perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan
sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3) penderitaan
manusia
Banyak
faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah
faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai
akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan
demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai
kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu
harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan
Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta
serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan
Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.
Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan
ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat
kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan
dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal
karena menarik dan tidak membosankan
Keindahan juga mempunyai hubungan
yang dekat dengan yang namanya keserasian, yaitu adalah perbandingan antar
kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok.
http://prasetyaha.blogspot.com/2012/05/manusia-dan-keindahan.html
D.Pengertian Renungan
Renungan berasal
dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu
dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori
antara lain : Teori Pengungkapan, Teori Metafisik dan Teori Psikologis.
1.Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini
ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu
pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa
yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori
ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952)
Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan)
expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan
intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang
menghasilkan gambaran angan-angan (images)
2.Teori Metafisik
Teori seni yang
bercotak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal
dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat,
konsepsi keindahan dari teori seni.
3.Teori Psikologis
Para ahli estetik
dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan
alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya
berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah
pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Seni
merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia
berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori
penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari
perasaan manusia.
E.Pengertian Keserasian
Keserasian
adalah perbandingan antar kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok.
Keserasian Berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai,
memilki faktor perpaduan dan keseimbangan.Dalam hubungannya dengan keindahan,
keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu
sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki
hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian,
keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan
manusia dalam tujuan estetika.Keserasian sangat berhubungan dengan keindahan,
sesuatu yang serasi akan tampak indah. Dalam keselarasan seseorang memiliki
perasaan seimbang, dan mempunyai cita rasa akan sesuatu yang berakhir dan
merasa hidup sesaat ditengah-tengah kesempurnaan yang menyenangkan hati .
Keserasian adalah
kecocokan yang mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan
kesimbangan, yang terdiri dari :
·
Teori Objectif
Teori Objectif berpendapat bahwa
keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas)
yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang
yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
·
Teori Subjectif
Teori Subjektif menyatakan bahwa
ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya
perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah
Henry Home, Earlof Shaffesburry
·
Teori Perimbangan
Teori Perimbangan dalam
arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang
subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan
tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan
dan pengungkapan perasaan
Asas
Keserasian
Asas Keserasian mengandung pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna
jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang
berwawasan lingkungan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat
tinggi.
Sumber
Sutrisno,
Mudji, 2006: "Oase Estetis: Estetika Dalam Kata dan
Sketsa"(Yogyakarta: Kanisius)