MANUSIA DAN
TANGGUNG JAWAB SERTA
MANUSIA DAN
PANDANGAN HIDUP
TUGAS 1
1.PENGERTIAN DARI TANGGUNG JAWAB
A.
Pengertian Tanggung Jawab
Setiap
manusia harus mempunyai rasa tanggung jawab, dimana rasa tanggung jawab itu
harus disesuaikan dengan apa yang telah kita lakukan.Arti dari tanggung jawab
menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia
adalah berkewajiban memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala
akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya
yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu
bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap
manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu
adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang
berbuat.
Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung
jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan
menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan.
B. Macam-Macam Tanggung Jawab
Manusia berjuang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan adapun untuk kebutuhan
orang lain. Dalam usahanya setiap manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain
yang ikut menentukan dan membantunya yaitu kekuasaan tuhan.Dengan demikian
tanggung jawab itu dapat di bedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang
dibuat nya. Berikut ini merupakan beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita
untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia
pribadi.
Apa
yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung
jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga,
tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan
kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik
keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan
bermasyarakat.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena
manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka
kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam
suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling
mengenal satu dengan yang lainnya.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga
negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat
oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab
kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik
bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab,
melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap
tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan
yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama.
Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup
didunia ini.
sumber :
http://triicecsfabregas.blogspot.com/2011/11/manusia-dan-tanggung-jawab.html
http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/
PENGERTIAN DARI PENGABDIAN
Wujud
tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai
perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja
keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita
hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan
pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.
Pengabdian merupakan perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga, sebagai perwujudan kesetiaan,
cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan, dan semua itu dilakukan dengan
ikhlas.
Pengabdian
bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga,
kepada Tuhan, dan kepada negara. Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan
dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku.
Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan perbuatan
yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa
dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi.
Pengabdian kepada Tuhan, sangat wajib dan tidak boleh
dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Dengan tekun beribadah,
mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya.
Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat manusia atau individu
sebagai warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri yang bersedia ditempatkan
di luar daerahnya untuk bekerja. Berikut macam-macam pengabdian, yaitu:
- Pengabdian
terhadap Tuhan yang Maha Esa
Yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan
merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan
zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk
pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
- Pengabdian kepada
Masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam
masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan
pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus,
kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah,
walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
- Pengabdian kepada
Raja
Yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya,
karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh:
Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
- Pengabdian kepada
Negara
Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab
terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa.
Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak
pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
-Pengabdian kepada Harta
Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang
menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta. Kadang-
kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan
hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
- Pengabdian kepada
Keluarga
Ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga
dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
sumber :
PENGERTIAN DARI KESADARAN
Kesadaran merupakan kemampuan
individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui
panca inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta
terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).
Bentuk kesadaran
Menurut Maramis
(1999) bentuk-bentuk kesadarannya, yaitu : kesadaran normal, kesadaran menurun,
kesadaran meninggi,kesadaran waktu tidur, kesadaran waktu mimpi,kesdaran waktu
disosiasi, trance, hipnotis, dan kesadaran yang terganggu.
- Kesadaran normal,suatu
bentuk kesadaran yang ditandai individu sadar tentang diri dan lingkungannya
sehingga daya ingat, perhatian, dan orientasinya mencakup ruang, waktu, dan
orang dalam keadaan baik.
- Kesadaran
yang menurun, suatu bentuk kesadaran yang berkurang secara keseluruhan,
kemampuan persepsi, perhatian dan pemikiran,
Tingkat
menurunnya kesadaran :
a. Amnesia, menurunnya kesadaran
ditandai dengan hilangnya ingatan atau lupa tentang suatu kejadian tertentu.
b.
Apatis,
menurunnya kesadaran ditandai dengan acuh tak acuh terhadap stimulus yang
masuk (mulai mengantuk)
c. Somnolensi,
menurunya kesadaran ditandai dengan mengantuk (rasa malas, dan ingin tidur)
d.
Sopor, menurunnya
kesadaran ditandai dengan hilangnya ingatan, orientasi,dan pertimbangan
e. Subkoma dan koma, menurunnya kesadaran
ditandai dengan tidak ada respon terhadap rangsang yang keras,
kesadaran yang tinggi, adalah bentuk kesadaran dengan respon
yang meninggi terhadap rangsangan.
Contoh : Warna terlihat lebih terang dengan suara terdengar lebih
keras.
Kesadaran waktu tidur, suatu bentuk kesadaran yang ditandai
dengan menurunnya kesadaran secara reversibel, biasanya disertai posisi
berbaring da tidak bergerak
Contoh :
a. Nonrapid eye movement sleep (nrem
sleep) atau tidur tanpa gerak mata cepat
b. Rapid eye movement sleep (REM sleep)
atau tidur dengan gerak mata cepat, 20%-
25% dari lamanya tidur malam
seorang dewasa muda dan ada hubungan dengan mimpi.
Kesadaran waktu disosiasi, suatu bentuk kesadaran ditandai dengan
keadaan memisahkan sebagian tingkah laku aatau kejadian dirinya secara
psikologik dan kesadaran. Bentuk disosiasi, meliputi :
a. - Trance,
yaitu keadaan kesadaran tanpa reaksi yang jelas terhadap lingkungan yang
biasanya dimulai dengan mendadak.
Contoh
: Kesurupan, permainan kuda kepang, dan tari keris.
b. - Senjakala
histerik atau histerical twilight state, yaitu kehilangan
ingatan atas dasar psikologik ditandai kesadaran menurun dan menyempit.
c. - Fugue, yaitu suatu periode penurunan kesadaeran dengan
pelarian secara fisik dari suatu keadaan yang menimbulkan banyak stres (ada
keinginan besar untuk mengembara)
d. - Serangan histerik, yaitu suatu penampilan emosional
yang jelas, dengan unsur menarik perhatian dan kelihatannya tidak ada kontak
dengan lingkungan.
e. - Hipnotis ialah
kesadaran yang sengaja diubah melalui sugesti.
Kesadaran adalah kesadaran akan perbuatan. Sadar artinya merasa, tau
atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat
kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tau dan mengerti,
misalnya , rakyat telah sadar akan politik.
Refleksi merupakan bentuk dari
penggungkapan kesadaran, dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam situasi
dan kondisi tertentu dalam lingkungan. Setiap teori yang dihasilkan oleh
seorang merupakan refleksi tetang realitas dan manusia.
Kesadaran menurut Sartre berifat
itensional dan tidak dapat dipisahkan di dunia. Kesadaran tidak sama dengan
benda-benda. Kesadaran selalu terarah pada etre en sio (ada-begitu-saja) atau
berhadapan dengannya. Situasi dimana kesadaran berhadapan oleh Sartre disebut
etre pour soi (ada-bagi-dirinya). Bahwa kesadaran saya akan sesuatu juga
menyatakan adanya perbedaan antara saya dan sesuatu itu. Saya tidak sama dengan
sesuatu yang saya sadari ada jarak antara saya dengan objek yang saya lihat.
Misalnya entre pour soi menunjuk pada manusia atau kesadaran. Manusia adalah
eter pour soi sebab ia tidak persis menjadi satu dengan dirinya sendiri.
Tiadanya identitas manusiadengan dirinya sendiri memungkinkan manusia untuk
melampaui, untuk mengatasi dirinya dan menghubungkan benda-benda dengan dirinya
sesuai dengan yang dimaksud dan tujuannya. Ketidak identikan manusia dengan
dirinya sendiri tampak dalam kesadaran yang ditandai oleh regativitas,
penidakan. Negativitas menunjukan bahwa terhadap etre pour soi atau kesadaran
hanya dikatan it is not what it is. Maka kesadaran disini merupakan non
identitas, jarak, distansi. Kegiatan hakiki kesadaran merupakan menindak,
mengatakan tidak. Etre por soi tidak lain dari pada menindak atau menampilkan
ketiadaan. Kebebasan bagi Sartre merupakan kesadaran menindak, dan manusi
sendiri merupakan kebebasan. Pada manusialah itu eksistensi itu mendahului
esensi, sebab manusia selalu berhadapan dengan kemungkinan untuk mengatakan
tidak. Selama manusia masih hidup ia bebas untuk mengatakan tidak, baru setelah
kematian maka cirri-ciri hidupnya dapat dibeberkan. (Alex Lanur, Pengantar
dalam “Kata-Kata”)
Kesadaran sebagai keadaan sadar, bukan
merupakan keadaan yang pasif melainkan suatu proses aktif yang terdiri dari dua
hal hakiki yaitu diferensiasi dan integrasi.
Meskipun secara kronologis perkembangan kesadaran manusia berlangsung pada tiga
tahap; sensansi (pengindraan), perrseptual (pemahaman), dan konseptual
(pengertian). Secara epistemology dasar dari segala pengetahuan manusia tahap
perseptual. Sensasi tidak begitu saja disimpan di dalam ingatan manusia, dan
manusia tidak mengalami sensasi murni yang terisolasi. Sejauh yang dapat
diketahui pengalaman indrawi seorang bayi merupakan kekacauan yang tidak
terdeferensiasikan. Kesadaran yang terdiskreminasi pada tingkatan persep.
Persep merupakan sekelompok sensasi yang secara otomatis terimpandan
dintgrasikan oleh otak dari suatu organisme yang hidup. Dalam bentuk persep
inilah, manusia memahami fakta dan memahami realitas. Persep buka sensasi, merupakan
yang tersajikan yang tertentu (the given) yang jelas pada dirinya sendiri (the
self evidence). Pengetahuan tentang sensasi sebagai bagian komponen dari persep
tidak langsung diperoleh mnusia jauh kemudian, merupakan penemuan ilmiah,
penemuan konseptual.
sumber :
PENGERTIAN DARI PENGORBANAN
Pengorbanan
adalah suatu tindakan atau kerelaan seseorang akan suatu hal,yang biasanya
ditunjukan pada seseorang yang mempunyai tujuan atau makna dari tindakanya itu,
dalam bentuk pertolongan dan tidak berharap imbalan dari suatu tindakan atau
kerelaan, ikhlas semata-mata karna Tuhan.
Orang-orang yang berkorban biasanya adalah orang-orang ynag melakukannya dengan
ikhlas semata-mata karna Tuhan,dan orang-orang yang berkorban, berfikir bahwa
pengorbanannya yang sedikit ataupun banyak akan berguna dan berarti sekali
untuk orang yang menerima
pengorbanannya itu, walau kadang ia harus rela mengorbankan jiwa dan raganya.
Pengorbanan untuk saat ini jarang sekali dilakukan oleh masyarakat, karna
dijaman ini masyarakat hanya memikirkan dirinya sendiri, tanpa memikirkan orang
lain, sebenarnya pengorbanan adalah perbuatan yang sangat mulia karna dari
pengorbanan itu bisa membantu seseorang mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Pengorbanan merupakan
pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan diserahkan secara
ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja
diperlukan.
Pengabdian lebih
banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk
kepada pemberian. Dalam pengadian selalu dituntut pengorbanan, tapi belum tentu
pengorbanan menuntut pengabdian.
Hidup adalah sebuah
perjuangan yang selalu harus dilakukan oleh setiap makhluk agar tetap bertahan
hidup. Pengorbanan itu sendiri bisa berbentuk material (yang bisa dilihat,
dipegang) dan berbentuk immaterial (hanya bisa dirasakan). dan pengorbanan yang
dilakukan dengan tulus dan tujuan mulia pasti akan memberikan hasil yang luar
biasa (tidak sia-sia atau percuma).
Pengorbanan yang
terbesar adalah pengorbanan yang dilakukan untuk keselamatan banyak jiwa,
pengorbanan yang tak memandang kesalahan dan perbuatan baik dari ciptaan-Nya.
dan pengorbanan sebesar dan setulus ini belum pernah dilakukan oleh siapapun
selain dari Tuhan itu sendiri.
Jika Tuhan mau
berkorban untuk kita, maka kitapun jangan ragu untuk melakukan hal yang sama,
tetapi perhatikanlah tujuan atau arti pengorbanan yang dilakukan apakah untuk
hal mulia atau untuk hal yang konyol.
Pengorbanan
berasal dari kata korban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti
pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat
kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengharapkan suatu imbalan
maupun pamrih dari orang lain.
Perbedaan
antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya
pengabdian tentu ada pengorbanannya. Antara sesama kawan sulit di katakannya
pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatnya,
tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa bentuk
harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.
Pengabdian lebih banyak menunjukan kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih
banyak menunjukan kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran ,perasaan,
tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut suatu pengorbanan,
tetapi pengorbanan belum tentu menuntut suatu pengabdian.
sumber :
2. MAKNA CITA CITA
PENGERTIAN CITA - CITA
Teori dasar
impian adalah sesuatu yang ingin kita raih, kita dapatkan, atau kita
capai (ingat impian berasal dari kata impi, yang memiliki relasi dengan kata
mimpi).Sedangkan cita-cita adalah sesuatu yang ingin kita capai disertai
perencanaan dan tindakan kita untuk mencapainya (perbedaan utama dengan impian,
ada tindakan nyata untuk mencapai hal yang diinginkan)
Pandangan hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat,
atau negara. Segala perbuatan, sikap, dan aturan –yang diwujudkan dalam
berbagai bentuk, merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri
diarti-konkritkan sebagai kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh
siapapun. Maka dari itu, pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh
siapapun itu, sangat diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang
bisa berbeda bisa juga sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal
dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
a) Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang
mutlak kebenarannya
b) Pandangan hidup ideologi merupakan pandangan hidup yang disesuaikan
dengan kebudayaan dan norma negara tersebut.
c) Pandangan hidup hasil renungan merupakan pandangan hidup yang
relatif kebenarannya
Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu
ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup. tanpa cita-cita, tanpa
berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati.
Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup
manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu
bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan
sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
3 Faktor yang menentukan
dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita – citanya antara lain :
- Manusia itu sendiri,
- Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita – cita tersebut,
- Seberapa tinggi cita – cita yang ingin dicapai.
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita – citanya
antara lain :
- Faktor yang menguntungkan, dan
- Faktor yang menghambat.
Pandangan
hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Semua itu tak dapat
dipisahkan dengan kehidupan manusia
Ada tiga
kategori keadaan hati seseorang, yaitu :
· Berhati
Keras
Tidak berhenti
berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan,
tantangan, segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati keras biasanya
mencapai hasil gemilang dan sukses hidupnya.
· Berhati
Lunak
Dia
berusaha mencapai cita-citanya dengan cara menyesuaikan diri dengan situasi dan
kondisi. Namun ia tetap mencapai cita-cita itu. Karena biarpun lambat ia akan
berhasil juga capai citanya.
· Berhati
Lemah
Mudah
terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat-cepat ia
berganti haluan, berganti keinginan.
Cita-cita,
keinginan, harapan banyak menimbulkan karya kreatifitas seniman. Banyak hasil
seni seperti drama, novel, film, music, tari, filsafat, yang lahir dari
kandungan cita-cita, keinginan, harapan dan tujuan.
Apa
itu makna cita-cita?
cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia atau bisa juga
diartikan bahwa Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa
depannya,cita-cita itu adalah tujuan hidup.Cita-cita yang baik adalah cita-cita
yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang
lain dan sebagainya.Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi
kesuksesan tak terduga di masa depan kita.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia
yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki
keunikan dan perbedaan antara satu dengan yang lainya. Dari keunikan keunikan
dan perbedaan perbedaan tersebut manusia mempunyai cita cita yang berbeda beda
juga. Setiap manusia yang hidup pasti mempunyai cita-cita yang didambakannya
yang menjadi impian dan tujuan masing masing. Dalam mencapai cita-citanya dan
tujuanya, manusia tidak akan mampu hidup secara individu/sendiri. Dalam segala
aspek, manusia sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan bantuan dan hubungan
dengan manusia yang lain. Manusia hidup secara tolong menolong, saling
membutuhkan.Cita-cita tersebut merupakan keinginan dan tujuan yang ingin
dicapai oeh manusia sebagai sebuah harapan. Dalam mewujudkan cita-citanya
manusia tersebut, pasti terhalang oleh suatu masalah-masalah yang dapat
menggagu dan menghambat terwujudnya dan tercapainya cita-cita tersebut. dari
masalah masalah itu manusia akan mendapatkan banyak hikmah dan pengalaman yang
bisa digunakan dalam kehidupan yang akan datang. Apabila manusia tersebut tidak
belajar pada masalah yang datang, maka proses pencapaian cita-cita akan
berlangsung lama bahkan tidak tercapai sama sekali. Setiap manusia dituntut
berusaha sendiri untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya.dari masalah
masalah itu juga akan diuji kesabaran manusia atas apa yang di inginkanya.
selain berusaha secara fisik,manusia juga harus berdoa kepada tuhan yang telah
menciptakan kita . dalam berdoa kita hendaklah berdoa yang baik,dengan agama
dan kepercayaan apa yang kita anut. Semua ini dilakukan agar tercapai antara
keselarasan hidup di dunia maupun di akhirat. Cita cita tidak akan tercapai
kalau kita tidak mau berusaha untuk mencapainya dengan usaha keras. Untuk
menggapai cita-cita, harus diiringi tekad kuat dan tidak mudah untuk menyerah
serta tidak mudah putus asa. Maka manusia dituntut menjadi pribadi yang selalu
berusaha demi tercapainya cita-cita hidup. Manusia haruslah berusaha mencari
peluang-peluang untuk mencapai cita-citanya dan tujuanya demi apa yang dia
inginkan dimasa yang akan datang.Tapi jangan lupa dengan cita-cita setelah kita
mati nanti yaitu masuk surga. Masuk surga pun harus kita perjuangkan selama
kita hidup di dunia karena hidup kita pada dasarnya adalah untuk ibadah dan
merupakan ujian Tuhan kepada kita. Kita mati tidak membawa apa-apa selain amal
ibadah kita.
Persepsi
seseorang akan makna hidup sangatlah berbeda - beda. Keyakinan akan suatu agama
akan mengajarkan seseorang tentang bagaimana menjalani liku - liku kehidupan,
Dalam agama islam sendiri dibahas bahwa hidup adalah sebuah perjalanan
spiritual manusia yang nantinya akan mendapatkan kebahagian di akhirat. Dalam
islam, tujuan manusia di muka bumi adalah untuk menyembah Dzat yang maha
kuasa.tentunya dengan laku spiritual untuk selalu mendekatkan diri pada Allah.
Pandangan hidup manusia terdiri dari cita - cita, kebajikan dan sikap
hidup.kesemuanya itu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia
dapat berkembang mencapai kemajuan dalam berbagai bidang ilmu karena terdorong
oleh cita - citanya. Dinamika masyarakat akan terwujud dengan adanya cita -
cita dan pandangan hidup tersebut.
A.CITA CITA
Cita - cita
dapat berarti angan - angan, keinginan, harapan , atau tujuan. Setiap orang tua
berkeinginan agar anaknya berhasil di kemudian hari. Adapun kadar atau tingkat
cita - cita, kebajikan, sikap hidup itu tergantung pada tingkat
pendidikan,pergaulan, dan lingkungan masing - masing. Bentuk implementasi cita
- cita tersebut dapat diartikan sebagai berikut :
1. Pada waktu anak - anak sering berangan - angan jadi apa?
2 Kemudian timbullah harapan untuk giat belajar agar nilainya bagus
3 Harapan muncul karena berkeinginan setelah lulus SMU akan melanjutkan ke
kuliah
4 Ingin masuk Kuliah karena punya tujuan untuk tinggal di suatu tempat berbekal
keahliannya
dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa cita-cita, keinginan, harapan banyak
menimbulkan semangat hidup dan rasa percaya diri yang tinggi. Contoh saja
kreativitas para seniman seperti novel, musik, film, tari, dan filsafat yang
lahir dari kandungan cita-cita,keinginan dan harapan
sumber :
MAKNA
KEBAJIKAN
Kebajikan atau perbuatan yang
mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan
yang sesuai dengan norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut
kodratnya manusia itu baik, makhluk yang bermoral dan beretika. Atas dorongan
suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan.
Manusia merupakan makhluk sosial
yang artinya : manusia yang hidup bermasyarakat, manusia yang saling
membutuhkan satu dengan yang lainnya, manusia saling tolong menolong dan saling
menghargai sesama umat manusia. Sebaliknya pula manusia saling mencurigai,
saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Ada 3 hal faktor-faktor yang
menentukan tingkah laku setiap manusia, yaitu :
1. Faktor pembawaan (heriditas)
yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
2. Faktor lingkungan dimana
mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3. Faktor pengalaman yang khas
yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan hingga sampai dewasa.
PENGERTIAN KEBAJIKAN
Kebajikan
atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama
dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan
etika. Makna kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia
itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung
berbuat baik Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa
dan badan. Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat,
manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat.
Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan
sebagainya. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang
baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati
adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang
dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal: Pertama
faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih
dalam kandungan. Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah
lingkungan (environ¬ment). Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang
adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh. Manusia berbuat baik, karena
menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara
hatinya manusia cenderung berbuat baik Manusia adalah seorang pribadi yang utuh
yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia merupakan mahluk sosial: manusia
hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling
menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling
membenci, saling merugikan, dan sebagainya
Kebajikan
atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai
dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut
kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu
yang utuh, terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya
lagi, memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang
pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan
manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya
sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois,
yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
a) Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah
suara hati.
b) Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup
bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai
anggota masyarakat
sumber :
MAKNA SIKAP HIDUP
Sikap
hidup adalah suatu keadaan hati untuk menghadapi hidup ini. Apakah kita
mempunyai sikap yang positif atau yang negatif. atau kita mempunyai sikap
optimis atau pesimis?
Sikap itu ada didalam diri kita masing-masing dan hanya kita sendiri yang
tahu.orang lain akan baru tahu setelah kita bertindak. Sikap itu sangat
penting, setiap manusia mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda
sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai kemauan dan keinginan yang membentuknya.
Sikap juga dapat berubah dikarenakan situasi, kondisi, dan juga
lingkungan. Dalam menghadapi kehidupan, manusia selalu menghadapi manusia lain
atau menghadapi sekelompok manusia. Ada beberapa sikap etis dan non etis. Sikap etis disebut juga sikap positif, dan sikap non etis
disebut juga sikap negatif.
PENGERTIAN SIKAP HIDUP
Sikap hidup adalah keadaan
hati dalam menghadapi hidup ini. Sikap itu bisa positif, bisa negatif, apatis
atau sikap optimis atau persimis, bergabung pada pribadi orang itu dan juga
lingkungannya.Sikap itu penting, setiap orang mempunyai sikap dan sudah tentu tiap-tiap orang berbeda
sikapnya. Sikap dapat dibentuk sesuai dengan kemauan yang membentuknya.
Pembentukan sikap ini terjadi melalui pendidikan. Seperti halnya orang militer
yang bersikap tegas, berdisiplin tinggi, sikap kesatria, karena dalam
kemiliteran ia dididik kearah sikap itu. Sikap dapat juga berubah karena
situasi, kondisi, dan lingkungan.
Dalam menghadapi kehidupan,
yang berarti manusia menghadapi manusia lain atau menghadapi kelompok manusia,
ada beberapa sikap etis dan nonetis. Sikap etis ini disebut juga sikap positif
yaitu sikap lincah, sikap tenang, dikap halus, sikap berani, sikap arif, sikap
rendah hati dan sikap bangga.
Sikap nonetis atau negatif
ialah sikap kaku, sikap gugup, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, sikap
rendah diri. Sikap-sikap itu harus di jauhkan
dari diri pribadi, karena sangat merugikan baik bagi pribadi
masing-masing maupun bagi kemajuan bangsa.
Dalam berbagai perpustakaan,
khususnya yang menelaah sikap manusia, ada semacam kesepakatan bahwa sikap
tidak lain merupakan produk dari proses sosialisasi dimana seseorang berarti
bahwa sikap seseorang terhadap objek tertentu pada dasarnya merupakan hasil
penyesuaian diri seseorang terhadap objek yang bersangkutan dengan dipengaruhi
oleh lingkungan susial serta kesediaan untuk bereaksi terhadap objek tersebut
Dalam kurun waktu setengah
abad terakhir inipengkajian terhadap sikap manusia, khususnya yang dilakukan
oleh disiplin spikologi sosial, ada yang mengatakan sikap berpangkal pada
pembawaan atau kepribadian, ada yang menempatkan sikap sebagai motif atau
sesuatu kontruk yang mendasari tingkah laku seseorang, dan ada pula yang
mengidentikkan sikap sengan keyakinan, kebiasaan, pendapat atau konsep-konsep
yang dikembangkan oleh seseorang. Bahwa mengidentifikasi sikap tidak dapat
dilihat secara langsung akan tetapi harus ditafsirkan terlebih dahulu sebagai
tingkah laku yang masih tertutup. Secara operasional pengertian sikap
menunjukkan konotasi ada kesesuaian reaksi terhadap katagori stimulus tertentu,
sementara dalam penggunaan praktis sikap sering kali dihadapkan dengan rangsang
sosial dan reaksi yang bersifat emosional.
Menurut T. M. Newcomb, sikap
manusia bukanlah suatu kontruk yang berdiri sendiri, akan tetapi paling tidak
ia mempunyai hubungan yang sangat erat dengan yang lain, seperti dorongan,
motivasi, nilai-nilai sikap. Dorongan adalah keadaan organisme yang
menginisiasikan kecendrungan kearah aktivitas umum. Motivasi adalah kesiapan
yang ditujukan pada sasaran dan dipelajari untuk tingkah laku dan bermotivasi.
Sikap adalah kesiapan secara umum untuk suatu tingkah laku bermotivikasi,
sedangkan nilai-nilai adalah sasaran atau tujuan yang bernilai terhadap
berbagai pola sikap dapat.
Menurut Van Peursen dalam
bukunya strategi kebudayaan mengenai aktualisasi sikap manusia dari zaman ke
zaman dalam menghadapi kekuasaan-kekuasaan tersebut, melihat adanya 3 periode
peralihan yang mencolok yang dialami manusia pada umumnya. Ketiga pagiode itu
adalah:
a. Tahap Mitis ialah sikap
manusia yang merasakan dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib
disekitarnya, yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekuasaan kesuburan
b. Tahap Antiologi ialah sikap
manusia yang tidak hidup lagi dalam kepungan, ia menyusun suatu ajaran atau
teori mengenai dasar hakikatnya segala sesuatu (antologi) dan mengenai segala
sesiatu menurut perinciannya (ilmu-ilmu)
c. Tahap Fungsianal ialah sikap dan
alam pikiran yang makin nampak dalam diri manusia modern. Ia tidak begitu
terpesona lagi oleh lingkungan (sikap mitis), ia tidak lagi dengan kepala
dingin ambil jarak terhadap objek penyelidikannya (sikap antologis).
Sementara itu Franz Magnis Suseno melihat adanya dua
bahaya yang terjadi kendala bagi manusia dalam upaya memenuhi ataupun
mempertahankan sikap hidup, kedua bahaya yang dimaksud adalah nafsu dan pamrih.
Nafsu adalah perasaan-perasaan kasar yang bisa
menggagalkan kontrol diri manusia dan sekaligus membelenggunya secara buta
secara lahir. Nafsumemperlemah manusia karena pemborosan kekuatan-kekuatan
batin tanpa guna. Seseorang yang dikuasai nafsu, boleh jadi tidak lagimenuruti
akal budinya, tidak bisa lagi mengembangkan segi-segi halusnya, semakin
mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik dan ketegangan-ketegangan dalam
masyarakat dan pada instansi terakhir, membahayakan ketentraman.
Pamrih dan egoisme juga menjadi musuh manusia. Ini bias
dimengerti mengingat seseorang yang bertindak lantaran pamrih semata-mata
biasanya cendrung mengusahakan kepentingannya sendiri tanpa memperdulikan
kepentingan masyarakat. Dilihat dari kacamata sosial pun pamrih itu selalu
mengacau karena merupakan tindakan tanpa perhatian terhadap keselarasan sosial.
Selain itu pamrih sekaligus memperlemah manusia dari dalam, karena sikap yang mengajar pamrih biasanya
akan memutlakkan kekuatannya sendiri. Dengan demikian itu ia mengisolasikan
dirinya sendiri dan memotong diri dari sumber kekuatan batin yang tidak terletak dalam
individualitasnya, melainkan dalam dasar yang mempersatukan semua kekuata pada
dasar jiwa mereka.
Menurut Soetrisno dalam
bukunya Falsafah Hidup Pancasila sebagaimana tercermin Falsafah Hidup Orang
Jawa, ia melihat adanya tiga, yaitu:
a. Selalu ingin menang sendiri
b. Selalu ingin benar
sendiri
c. Hanya mementingkan kebutuhannya
sendiri
Selain yang tertera diatas ada juga sikap lain yang
dianggap kurang baik, yaitu kebiasaan untuk menarik keuntungan sendiri dari setiap
situasi tanpa memperhatikan masyarakat kecendrungan untuk memperoleh hak yang
lebih dibanding orang lain dengan alasan juga yang diberikannya.
sumber :
MAKNA PANDANGAN HIDUP
Prinsip
hidup atau biasa disebut juga dengan
pandangan hidup adalah merupakan sebuah draft atau konsep dari kehidupan yang
akan kita jalani. pandangan hidup yang dimiliki pada umumnya dimasyarakat
adalah pandangan yang sesuai dengan agama dan norma-norma yang berlaku di
masyarakat. Suatu pandangan hidup merupakan hal yang mutlak untuk dimiliki oleh
setiap manusia didunia ini. Karena dengan memiliki pandangan hidup seseorang
dapat mengarahkan kehidupannya kedepan nanti. Dan dengan pandangan hidup yang
dimiliki oleh seseorang akan membuat atau mebentuk jati diri dari seseorang
tersebut.Jati diri adalah gambaran suatu sifat atau karakter dari seseorang.
Jati diri dalam setiap orang biasanya berupa prinsip hidup yang membuat
seseorang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat dia berada.Jangan
sampai prinsip hidup yang kita miliki melanggar yang sudah di atur dalam agama
dan norma-norma dalam masyarakat dan hukum. Seseorang yang memiliki prinsip
hidup pasti juga memiliki arah hidup. Arah hidup adalah adalah merupakan
pemahaman terhadap jati diri itu sendiri. Yang berarti tujuan dari kehidupan
itu sendiri. Arah hidup itu bagaikan sebuah rel kereta api dimana merupakan bagian dari kereta api dan selalu
akan menunjukan kemana tujuan dari kereta api tersebut. Demikianpun arah hidup
sebuah bagian dari kehidupan yang akan menunjukan kemana tujuan hidup seseorang
apakah dia menjadi orang yang sukses di dunia atau menjadi orang yang gagal
dalam menjalani kehidupan.
Sesorang yang memiliki suatu
prinsip dalam kehidupannya berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki prinsip
dalam kehidupannya. Seseorang yang memiliki prinsip dalam kehidupannya pasti
dalam bertingkah laku tidak sembarang bertingkah laku. Seseorang yang memiliki
prinsip dalam kehidupannya juga lebih bersemangat, disiplin, dan sabar dalam
menghadapi ujian-ujian dalam kehidupan. Dengan memiliki suatu prinsip hidup
sesorang akan lebih mengetahui perbedaan mana yang benar dan salah, mana yang baik
dan yang buruk, dan mana yang halal dan mana yang haram. Pandangan hidup yang
demikianlah yang harus seseorang memiliki.
Dengan pandangan hidup diri
sendirilah seseorang akan menjadi dirinya sendiri dan seseorang akan sukses
dalam menjalani kehidupan dengan segala ujian yang akan dihadapi. Janganlah
dalam menghadapi kehidupan yang nyata ini seseorang tanpa bekal dan memiliki
pandangannya sendiri untuk menyongsong kehidupan kedepan. Karena seseorang yang
sukses atau berhasil dalam menghadapi kehidupannya adalah seseorang yang sudah
siap dalam menjalani kehidupannya, siap dengan bekal ilmu, pengalaman, dan
prinsip-prinsip atau pandangan hidup diri sendiri.
PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Pandangan Hidup adalah pendapat atau
pertimbagan yanag dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di
dunia..
Pendapat atau pertimbangan itu hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman
sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pengertian pandangan hidup adalah suatu hal yang dijadikan sebagai
pedoman hidup. dimana seseorang menjalani hidupnya dengan aturan aturang yang
dia buat untuk memjukan kehidupannya, pandangan hidup berasal dari agama,a)
Pandangan hidup yang berasal dari agama, dan pengalaman hidup yang pernah di
alami seseorang tersebut
orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa
di sebut cita cita.
Pandangan hidup ada 3 macam:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan
hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideology, yaitu
disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara.
3. Pandangan berdasarkan renungan, yaitu pandangan hidup yang
relative kebenarannya.
Pandangan hidup yang berasal dari
keyakinan & kepercayaan
Keyakinan dan kepercayaan adalah
menjadi dasar pandangan hidup yang berasal dari akal atau kekuasaan tuhan, ada
tiga aliran filsafat yaitu:
A.
Aliran Naturalisme : Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang
merupakan kekuatan tertinggi, kekuatan gaib itu dari natur dan itu dari tuhan .
Manusaia adalah ciptaan tuhan karena itu manusia mengabdi pada tuhan melalui ajaran-ajaran
agama.
B.
Aliran Intelektualisme : Dasar aliran ini adalah logika/akal {kalbu yang berpusat
dihati} “hati nurani” maka keyakinan manusia itu bermula dari akal.
C.
Aliran Gabungan : dasar aliran ini adalah kekuatan gaib yang berasal dari
tuhan sebagai dasar keyakinan sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang
menetukan benar tidaknya sesuatu yang dinilai berdasarkan akal, baik sebagai
logika berpikir maupun rasa atau hati nurani. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan
gaib dari tuhan dan akal berimbang maka akan menghasilkan pandangan hidup
sosialisme –religius, kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut
logika berpikir dan dapat diterima hati nurani, semuanya itu berkat karunia
Tuhan.
sumber
: