Selasa, 02 Desember 2014

MANUSIA DAN PENDERITAAN (TULISAN)



TULISAN

3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari penderitaan

Contohnya sebagai berikut ;

1.Pemutusan Hak Kerja.

Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.

2.Kehilangan Orang Tua.

Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.

3.Kemiskinan.

Dalam hal ini mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup pas-pasan bagi sebagian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk dengan tugas masing-masing,tidak ada komunikasi.Hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata " makan ga makan yang penting kumpul


Masalah kemiskinan sering kali selalu kita lihat,terutama di negeri ini.Penderitaan yang sampai saat ini belum bisa diatasi dan mungkin belum ditemukan akar permasalahannya yaitu adalah kemiskinan yang sering membedakan kesenjangan sosial setiap orang,contohnya adalah penderitaan masyarakat papua yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah,masyarakat papua menuntut keadilan terhadap pemerintah pusat karena mereka selama ini hidup di negra yang merdeka dengan nasib yang menderita,memang sangat miris melihat penderitaan rakyat papua yang memiliki sumberdaya yangberpotensi untuk aset dan peningkatan devisa negara tetapi malah mereka malah merasakan penderitaan yang luar biasa seperti mislanyakelaparan dan masih banyaknya orang papuayang mengalami gizi bueuk bahkan yang lebih parahnya lagi di daerah pedalamannya masih sering dijumpai masyarakat yang memakan umbi-umbian sebagai panganan penyambung hidup,ini terjadi karena akses transportasi menuju daerah tersebut masih sangatlah jauh dari perkotaan dan tidak adanya biaya yang cukup untuk membeli beras.memang miris bangsa indonesia yang dikenal sebagai salah satu penghasil beras terbesar didunia harus masih melihat rakyatnya kelaparan karena tidak dapat menikmati hasil kekayaan bangsanya sendiri.papua memang pulau yang memiliki banyak kekayaan tetapi jika pemerintah tidak pekaterhadap semua ini mungkin kita tinggal hanya menghitung hari memnunggu rakyat papua merdeka,karenapenderitaan yang mereka rasakan selamaini memang sudah cukup mebcapai puncaknya selain menderita karena kekurangan bahan makanan mereka juga masih tertinggal di masalahpendidikan dan kemajuan teknologi pun menjadi masalah penderitaan yang harus bisa di atasi oleh pemerintah.apakah pemerintah sadar akan penderitaan yang di alami oleh rakyat papua selama ini?itulah pertanyaan yang masih menunggu jawaban ataukah sebenarnya pemerintah itu tahu terhadap penderitaan tersebut tetapi mereka malah jadi pura-pura tidak tahu karena mereka sendiri tidak tahu harus berbuat apa

Contoh kasus – kasus penderitaan dalam kehidupan nyata :
% Penderitaan rakyat Afrika yang terkena Busung lapar, serta kemiskinan
% Penderitaan rakyat palestin yang terkena dampak perang
% Penderitaan rakyat indonesia yang tak pernah keluar dari masalah kemiskinan
Kasus-kasus penderitaan ini sangat bermacam-macam bentuknya :
Penderitaan secara Psikis = yaitu penderitaan secara mental.
contohnya : Ketakutan yang sangat berlebihan dirasakan oleh anak-anak karena takut dimarahi orang tuanya. itu memberikan beban batin dan gejolak pada hati sang anak,sehingga menimbulkan rasa takut bersosialisasi serta berinteraksi dengan dunia luar.
Penderitaan secara Fisik = yaitu penderitaan yang terlihat pada fisik.
contohnya : Penderitaan yang dialami oleh para TKW indonesia yang bekerja diluar negeri.
Banyak sekali kita liat siksaan demi siksaan yang dialami TKW indonesia yang menurut logika itu sangat tidak manusiawi dan wajar.
contoh : Badan disiram air panas, punggung,di setrika dan lain sebagainya

4.Bencana  

Tidak ada yang dapat menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT. Bencana yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun  seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya seperti sedia kala.

sumber : https://zarapintar.wordpress.com/2012/04/30/manusia-dan-penderitaan/

3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari siksaan

1.Rasa Sakit

Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun. Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan. Rasa sakit tidak hanya dapat dirasakan oleh fisik saja tetapi juga dapat dirasakan oleh batin ataupun kejiwaan seseorang,salah satu contohnya sebagai berikut ;

Siksaan Majikan terhadap TKW Indonesia 

Banyak sekali kita liat siksaan demi siksaan yang dialami TKW indonesia yang menurut logika itu sangat tidak manusiawi dan tidak wajar,contoh : Badan disiram air panas, punggung di setrika dan lain sebagainya.

2.Siksaan Neraka

Berbicara tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat. Manusia masuk neraka karena dosanya.Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa juga berbicara tentang kesalahan.
Neraka adalah suatu tempat yang nantinya akan menjadi tempat bagi-bagi orang-orang berdosa yang telah melanggar apa yang telah di perintah oleh Tuhan YME. Ini pun tidak semua orang mempercayai nya, neraka hanya dianggap ada bagi orang-orang yang mengganggap bahwa Tuhan itu ada meskipun berbeda-beda cara menjalani keyakinannya. Dalam Al Qur’an banyak ayat yang berisi tentang siksaan di neraka atau ancaman siksaan.Surat-surat itu antara lain surat Al-Fath ayat 6 yang artinya : “Dan supaya mereka menyiksa orang-orang yang munafik laki-laki dan perempuan, oang-orang yang musyik laiki-laki dan perempuan yang mempunyai persangkaan jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka, dan menyediakan neraka Jahanam baginya. Dan neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali”. (Q.S. Al-Fath : 6).

3.Sakit

Tidak ada orang yang senang mengalami rasa sakit. Hal ini dikarenakan rasa sakit benar-benar merupakan ditujukan untuk membuat seseorang berada dalam situasi terpojok atau tertekan. Inilah juga yang menjadi penyebab mengapa penyiksaan adalah hal yang sangat buruk dan ditunjukkan sebagai salah satu cara terbaik untuk menghancurkan ketahanan mental seseorang (seperti pada interogasi).
Rasa sakit bukanlah sensasi yang disukai banyak orang (walaupun beberapa orang berpikir lain). Hal ini jugalah yang menjadi salah satu kunci bertahan hidup, karena pada saat kita merasakan rasa sakit hal ini berarti otak kita memberitahukan tubuh kita bahwa apa yang sedang dilakukan kita bukanlah hal yang baik.

sumber : http://www.tahupedia.com/content/show/272/10-Ketakutan-Terbesar-Manusia

3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari phobia

1.Acrophobia adalah takut ketinggian. Ini merupakan salah satu dari beberapa jenis phobia yang spesifik, tergantung pada konteks, dan merupakan salah satu jenis phobia yang paling umum.

Apa penyebab dari Acrophobia ?

Ada penelitian yang saling bertentangan tentang apa itu penyebab phobia, termasuk acrophobia. Beberapa psikolog memiliki pendapat bahwa phobia disebabkan karena pengalaman traumatis awal. Dalam kasus acrophobia, pengalaman ini bisa jadi termasuk jatuh dari pohon, atau pernah melihat seseorang luka akibat terjatuh dari tempat yang tinggi. Acrophobia bisa juga disebabkan karena pemodelan. Misalnya, anak yang orangtuanya mengalami perasaan takut pada ketinggian lebih berpotensi menderita acrophobic. Sehingga acrophobia sangat mungkin merupakan kombinasi dari aspek lingkungan dan genetik. Banyak terjadi, orang dengan phobia tertentu akan mengalami phobia lain atau jenis kecemasan lainnya.

Acropobia merupakan phobia yang umum terjadi pada seseorang, sehingga mungkin dipengaruhi oleh komponen genetik. Sebenarnya merupakan hal yang wajar jika seseorang merasa takut saat berada pada ketinggian tertentu, dan mungkin takut ketinggian memberikan pengaruh positif pada seseorang, yakni membantu mencegah seseorang dari mengambil risiko yang tidak perlu. Beberapa orang mungkin mengalami acrophobia pada derajat tertentu, dan ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman, misalnya, ketika seseorang berada atau berdiri di langkan yang sangat tinggi.

Tidak semua orang mengalami phobia ini, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa takut ketinggian ini secara genetik telah ada dalam diri manusia. Namun, seseorang yang menderita acrophobia pada derajat tinggi atau parah dapat mengalami maladaptif, menghalangi mereka untuk hidup dan beraktivitas di gedung-gedung yang lebih dari satu tingkat, meski hanya sekedar naik tangga.
Apakah ada pengobatan untuk penderita Acrophobia ?

Terapi dapat sangat efektif untuk penderita phobia, termasuk penderita acrophobia. Upaya mengurangi phobia secara bertahap (Desensitisasi bertahap)dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan untuk penderita acrophobia, meskipun ini akan memakan waktu yang cukup lama agar dapat bekerja secara efektif. Karena bisa menjadi usaha yang sangat sulit untuk terus-menerus mengekspos penderita acrophobia berada pada ketinggian, sekarang ini, banyak praktisi yang telah menggunakan virtual reality sebagai upaya untuk mengurangi sensitivitas penderita acrophobia, dan pengobatan ini terbukti sangat menjanjikan.

Terapi perilaku kognitif dapat juga dilakukan untuk membantu penderita acrophobia “membingkai ulang” pikiran phobia mereka. Obat tidak akan menghilangkan phobia, tetapi dapat membantu mengurangi atau meminimalkan gejala. Obat sangat membantu jika penderita harus menghadapi ketakutan mereka terhadap ketinggian tanpa melakukan sesi terapi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan resep antidepresan, beta blockers, atau obat penenang untuk membantu penderita acrophobia.

2. Ablutophobia adalah rasa takut untuk mandi, mencuci atau membersihkan diri. Ablutophobia cenderung terjadi pada anak-anak dan perempuan dibandingkan pria. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh peristiwa-peristiwa yang dilihat di televisi, film atau bahkan menyaksikan trauma pengalaman orang lain.Orang-orang dengan ablutophobia biasanya mengalami beberapa penderitaan, seperti pusing, sesak napas, keringat berlebihan, jantung berdebar-debar, mual, mulut kering, merasa sakit, gemetar, marah-marah atau kehilangan kontrol.Dan sebagai obatnya, NLP Self-help atau Neuro Linguistic telah terbukti efektif untuk fobia ini.

3.Ailurophobia atau fobia kucing merupakan gangguan kecemasan dimana penderitanya  memiliki rasa takut yang irasional terhadap kucing atau sesuatu yang berkonotasi dengan kucing, sehingga apabila terpapar dengan objek fobianya selalu merasa panik, takut, cemas, dan ingin segera menghindar. Terapi systematic desensitization digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan fobia. Efektivitas terapi diketahui dengan mengamati perubahan tingkat kecemasan fobia selama terapi. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas terapi systematic desensitization untuk menurunkan tingkat kecemasan fobia pada masing-masing subjek, (2) apakah secara statistik terapi tersebut efektif dalam menyembuhkan subjek penelitian yang mengidap ailurophobia.


3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari ketakutan

1. Terkekang

Sejak kita kecil, dikekang bukanlah sesuatu yang kita senangi. Kita sebagai manusia yang memiliki pola pemikirannya sendiri bukanlah mahluk yang senang apabila tidak memiliki kontrol dalam kehidupan kita sendiri. Bayangkan jika kehidupan Anda dipegang oleh orang lain, seperti Anda harus menikah dengan orang ini, Anda tidak boleh makan dan minum sebelum jam 1, Anda harus menggunakan baju ini, Anda harus menggunakan celana ini dan seterusnya.
Hal ini dapat disetarakan dengan batasan pada kebebasan, setiap orang ingin bebas mengatur kehidupannya sendiri. Kebebasan sendiri bukanlah sesuatu yang selalu positif jika dilakukan terlalu berlebihan, oleh karena itulah dibuat peraturan-peraturan baik secara tertulis ataupun tidak tertulis (peraturan sosial).
   
2. Menjadi Tua





Keabadian, banyak manusia ingin mencapai hal tersebut karena rasa takut pada saat mereka menjadi tua. Rasa takut menjadi tua lebih besar dari rasa takut akan kematian karena seiring seseorang bertambah dewasa, rasa takut menjadi tua ini terus membesar hingga pada akhirnya pada titik tertua mereka, mereka akan mengalami rasa takut akan kematian.
Pada saat seseorang masih muda mereka tahu bahwa pada saat mereka beranjak dewasa mereka akan mengalami kerasnya kehidupan, seiring orang tersebut bertambah tua, ia mengalami keriput, semakin lemah, uban bermunculan dan seterusnya. Banyak sekali orang yang berusaha untuk menghindari hal ini dengan pergi ke pusat kecantikan untuk menghindari tanda-tanda penuaan tersebut, beberapa lainnya berusaha untuk tetap fit dengan berolahraga secara rutin.

3. Kegagalan

Rasa takut akan kegagalan berada di posisi teratas dari rasa takut terbesar umat manusia karena kegagalan dapat berarti banyak hal dan cakupannya sangatlah besar. Sepanjang hidup kita, kita selalu diikuti dengan rasa takut ini. Dimulai dari gagal memasak, menjatuhkan piring, takut mengambil keputusan, tidak berhasil dalam menjalankan sesuatu, merasa frustasi, dan seterusnya. Itu semua adalah hal-hal yang dapat disebut sebagai kegagalan.
Karena sifat ambigu dari kegagalan inilah banyak orang takut untuk mengambil kemajuan dalam hidupnya. Mereka takut untuk apabila mereka melakukan sesuatu yang berujung ke kegagalan, padahal tidak ada yang tahu apabila mereka melakukan hal tersebut mereka dapat menjadi seseorang yang berhasil dalam hidupnya. Tapi orang-orang sukses dan terkenal di dunia-pun pasti pernah mengalami yang namanya rasa takut akan kegagalan bahkan hingga sekarang.


3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari kekalutan mental

1.Trauma
        
Setiap orang pasti pernah punya pengalaman traumatis, seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, menderita penyakit serius, perceraian, kecelakaan, pelecehan, dipermalukan, melihat kejadian mengerikan dan sebagainya.

Pada saat itu, kita mungkin akan merasa sangat gelisah atau mengalami "guncangan perasaan" yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari. Tetapi biasanya guncangan perasaan itu akan berlalu, dan kehidupan menjadi lebih normal kembali. Contoh kasus trauma yang hilang dengan sendirinya, misalnya Anda mengalami kecelakaan mobil. Mungkin Anda menjadi takut menyetir atau sangat berhati-hati saat menyetir.Namun setelah beberapa minggu berlalu, Anda sudah kebut-kebutan di jalan lagi. Inilah trauma sementara yang sering kita alami.

Namun bagi beberapa orang, "guncangan mental" itu tidak pernah berlalu. Selalu dihantui oleh perasaan mencekam dan hidup tidak pernah tenang, seolah kejadian traumatis terus menerus terjadi. Seseorang yang merasa seperti ini mungkin menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut oleh orang awam sebagai "trauma", sebuah gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya tidak bisa merasakan kedamaian.Seseorang mengembangkan trauma adalah akibat respon terhadap sebuah kejadian yang mengerikan, baik yang dialami sendiri atau dialami orang lain yang disaksikan. Pengalaman tersebut menyebabkan seseorang merasakan takut yang sangat kuat, atau perasaan tidak berdaya menghadapinya. Tidak semua orang yang mendapat pengalaman traumatis akan mengembangkan trauma. Hanya sekitar 20% saja yang mengembangkan trauma.

2.Frustasi

Frustasi merupakan suatu keadaan ketegangan yang tak menyenangkan, dipenuhi perasaan dan aktivitas simpatetis yang semakin meninggi yang disebabkan oleh rintangan dan hambatan.Frustrasi dapat berasal dari dalam (internal) atau dari luar diri (eksternal) seseorang yang mengalaminya. Sumber yang berasal dari dalam termasuk kekurangan diri sendiri seperti kurangnya rasa percaya diri atau ketakutan pada situasi sosial yang menghalangi pencapaian tujuan.Penyebab eksternal dari frustrasi mencakup kondisi-kondisi di luar diri seperti jalan yang macet, tidak punya uang, atau tidak kunjung mendapatkan jodoh. Contoh kekalutan mental salah satunya yaitu, apabila seseorang menginginkan suatu barang namun kemampuan yang ia miliki tidak mungkin bisa untuk mendapatkan barang tersebut, maka cara apapun akan dilakukan demi barang tersebut, sekalipun dengan cara yang tidak baik. Keinginan yang mengebu-gebu ini akan mengakibatkan orang tersebut mengalami kekalutan mental yang juga akan berdampak pada terjadinya agresi, regresi, fiksasi, proyeksi, identifikasi, narsisme maupun autisme sehingga harus berkonsultasi pada psikiater.

3.Patah Hati
           
Patah hati adalah suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta.
Patah hati biasanya dikaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan hidup, meski kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang dicintai atau teman dekat bisa "mematahkan hati seseorang", dan sering dialami ketika sedih dan merasa kehilangan. Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang dirasakan seseorang di dada sebagai dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula perpanjangannya yang meliputi trauma emosional ketika perasaan tersebut tidak dialami sebagai wujud sakit somatik. Meskipun "patah hati" biasanya tidak memberi kerusakan fisik apapun pada jantung, ada sebuah kondisi bernama "sindrom patah hati" atau kardiomiopati Takotsubo, yaitu ketika sebuah insiden traumatik mendorong otak untuk menyalurkan zat-zat kimia ke jaringan jantung yang melemah.

sumber : http://berbagiresume.blogspot.com/2013/03/analisis-kasusu-dari-teori-frustasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar