TULISAN
3 contoh hubungan manusia dan
penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari penderitaan
Contohnya
sebagai berikut ;
1.Pemutusan Hak Kerja.
Bagi orang yang sudah berkeluarga
mungkin penderitaan ini yang paling
di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai
kewajiban menafkahi keluarganya,hal ini akan
berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.
2.Kehilangan
Orang Tua.
Hubungan kita dengan orang
tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa
memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya
demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya,
menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.
3.Kemiskinan.
Dalam hal ini mungkin semua orang menderita mengalami kemiskinan namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup pas-pasan bagi sebagian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk dengan tugas masing-masing,tidak ada komunikasi.Hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata " makan ga makan yang penting kumpul
Masalah kemiskinan sering kali selalu
kita lihat,terutama di negeri ini.Penderitaan yang sampai saat ini belum bisa
diatasi dan mungkin belum ditemukan akar permasalahannya yaitu adalah
kemiskinan yang sering membedakan kesenjangan sosial setiap orang,contohnya
adalah penderitaan masyarakat papua yang sampai saat ini belum bisa
diselesaikan oleh pemerintah,masyarakat papua menuntut keadilan terhadap
pemerintah pusat karena mereka selama ini hidup di negra yang merdeka dengan
nasib yang menderita,memang sangat miris melihat penderitaan rakyat papua yang
memiliki sumberdaya yangberpotensi untuk aset dan peningkatan devisa negara
tetapi malah mereka malah merasakan penderitaan yang luar biasa seperti
mislanyakelaparan dan masih banyaknya orang papuayang mengalami gizi bueuk
bahkan yang lebih parahnya lagi di daerah pedalamannya masih sering dijumpai
masyarakat yang memakan umbi-umbian sebagai panganan penyambung hidup,ini
terjadi karena akses transportasi menuju daerah tersebut masih sangatlah jauh
dari perkotaan dan tidak adanya biaya yang cukup untuk membeli beras.memang
miris bangsa indonesia yang dikenal sebagai salah satu penghasil beras terbesar
didunia harus masih melihat rakyatnya kelaparan karena tidak dapat menikmati
hasil kekayaan bangsanya sendiri.papua memang pulau yang memiliki banyak
kekayaan tetapi jika pemerintah tidak pekaterhadap semua ini mungkin kita
tinggal hanya menghitung hari memnunggu rakyat papua merdeka,karenapenderitaan
yang mereka rasakan selamaini memang sudah cukup mebcapai puncaknya selain
menderita karena kekurangan bahan makanan mereka juga masih tertinggal di
masalahpendidikan dan kemajuan teknologi pun menjadi masalah penderitaan yang
harus bisa di atasi oleh pemerintah.apakah pemerintah sadar akan penderitaan
yang di alami oleh rakyat papua selama ini?itulah pertanyaan yang masih
menunggu jawaban ataukah sebenarnya pemerintah itu tahu terhadap penderitaan
tersebut tetapi mereka malah jadi pura-pura tidak tahu karena mereka sendiri
tidak tahu harus berbuat apa
Contoh kasus – kasus penderitaan dalam
kehidupan nyata :
% Penderitaan rakyat Afrika yang
terkena Busung lapar, serta kemiskinan
% Penderitaan rakyat palestin yang terkena dampak perang
% Penderitaan rakyat indonesia yang tak pernah keluar dari masalah kemiskinan
% Penderitaan rakyat palestin yang terkena dampak perang
% Penderitaan rakyat indonesia yang tak pernah keluar dari masalah kemiskinan
Kasus-kasus penderitaan ini sangat bermacam-macam
bentuknya :
Penderitaan secara Psikis = yaitu
penderitaan secara mental.
contohnya : Ketakutan yang sangat berlebihan dirasakan oleh anak-anak karena takut dimarahi orang tuanya. itu memberikan beban batin dan gejolak pada hati sang anak,sehingga menimbulkan rasa takut bersosialisasi serta berinteraksi dengan dunia luar.
contohnya : Ketakutan yang sangat berlebihan dirasakan oleh anak-anak karena takut dimarahi orang tuanya. itu memberikan beban batin dan gejolak pada hati sang anak,sehingga menimbulkan rasa takut bersosialisasi serta berinteraksi dengan dunia luar.
Penderitaan secara Fisik = yaitu
penderitaan yang terlihat pada fisik.
contohnya : Penderitaan yang dialami oleh para TKW indonesia yang bekerja diluar negeri.
Banyak sekali kita liat siksaan demi siksaan yang dialami TKW indonesia yang menurut logika itu sangat tidak manusiawi dan wajar.
contoh : Badan disiram air panas, punggung,di setrika dan lain sebagainya
contohnya : Penderitaan yang dialami oleh para TKW indonesia yang bekerja diluar negeri.
Banyak sekali kita liat siksaan demi siksaan yang dialami TKW indonesia yang menurut logika itu sangat tidak manusiawi dan wajar.
contoh : Badan disiram air panas, punggung,di setrika dan lain sebagainya
4.Bencana
Tidak ada yang dapat menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh
Allah SWT. Bencana yang datang dapat menghilangkan sebagian ataupun
seluruh harta benda yang ada, bahkan dapat mengakibatkan kehilangan anggota
keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal
ini membutuhkan banyak waktu untuk seseorang kembali bangkit dan hidup normal
dengan membangun kehidupannya seperti sedia kala.
sumber : https://zarapintar.wordpress.com/2012/04/30/manusia-dan-penderitaan/
3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam
kehidupan sehari – hari dari siksaan
1.Rasa Sakit
Siksaan Majikan terhadap TKW Indonesia
Banyak sekali kita
liat siksaan demi siksaan yang dialami TKW indonesia yang menurut logika itu
sangat tidak manusiawi dan tidak wajar,contoh : Badan disiram air panas,
punggung di setrika dan lain sebagainya.
2.Siksaan Neraka
Neraka adalah suatu tempat yang
nantinya akan menjadi tempat bagi-bagi orang-orang berdosa yang telah melanggar
apa yang telah di perintah oleh Tuhan YME. Ini pun tidak semua orang
mempercayai nya, neraka hanya dianggap ada bagi orang-orang yang mengganggap
bahwa Tuhan itu ada meskipun berbeda-beda cara menjalani keyakinannya. Dalam Al Qur’an banyak ayat yang berisi tentang siksaan di
neraka atau ancaman siksaan.Surat-surat itu antara lain surat Al-Fath ayat 6
yang artinya : “Dan supaya mereka menyiksa orang-orang yang munafik
laki-laki dan perempuan, oang-orang yang musyik laiki-laki dan perempuan yang
mempunyai persangkaan jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk.
Allah memurkai mereka, dan menyediakan neraka Jahanam baginya. Dan neraka
Jahanam itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali”. (Q.S. Al-Fath : 6).
3.Sakit
Tidak ada orang yang senang
mengalami rasa sakit. Hal ini dikarenakan rasa sakit benar-benar merupakan
ditujukan untuk membuat seseorang berada dalam situasi terpojok atau tertekan.
Inilah juga yang menjadi penyebab mengapa penyiksaan adalah hal yang sangat buruk
dan ditunjukkan sebagai salah satu cara terbaik untuk menghancurkan ketahanan
mental seseorang (seperti pada interogasi).
Rasa sakit bukanlah sensasi yang
disukai banyak orang (walaupun beberapa orang berpikir lain). Hal ini jugalah
yang menjadi salah satu kunci bertahan hidup, karena pada saat kita merasakan
rasa sakit hal ini berarti otak kita memberitahukan tubuh kita bahwa apa yang
sedang dilakukan kita bukanlah hal yang baik.
sumber : http://www.tahupedia.com/content/show/272/10-Ketakutan-Terbesar-Manusia
3 contoh
hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari phobia
1.Acrophobia
adalah takut
ketinggian. Ini merupakan salah satu dari
beberapa jenis phobia yang spesifik, tergantung pada konteks, dan merupakan
salah satu jenis phobia yang paling umum.
Apa penyebab dari Acrophobia ?
Ada penelitian yang saling bertentangan tentang apa itu penyebab phobia, termasuk acrophobia. Beberapa psikolog memiliki pendapat bahwa phobia disebabkan karena pengalaman traumatis awal. Dalam kasus acrophobia, pengalaman ini bisa jadi termasuk jatuh dari pohon, atau pernah melihat seseorang luka akibat terjatuh dari tempat yang tinggi. Acrophobia bisa juga disebabkan karena pemodelan. Misalnya, anak yang orangtuanya mengalami perasaan takut pada ketinggian lebih berpotensi menderita acrophobic. Sehingga acrophobia sangat mungkin merupakan kombinasi dari aspek lingkungan dan genetik. Banyak terjadi, orang dengan phobia tertentu akan mengalami phobia lain atau jenis kecemasan lainnya.
Acropobia merupakan phobia yang umum terjadi pada seseorang, sehingga mungkin dipengaruhi oleh komponen genetik. Sebenarnya merupakan hal yang wajar jika seseorang merasa takut saat berada pada ketinggian tertentu, dan mungkin takut ketinggian memberikan pengaruh positif pada seseorang, yakni membantu mencegah seseorang dari mengambil risiko yang tidak perlu. Beberapa orang mungkin mengalami acrophobia pada derajat tertentu, dan ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman, misalnya, ketika seseorang berada atau berdiri di langkan yang sangat tinggi.
Tidak semua orang mengalami phobia ini, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa takut ketinggian ini secara genetik telah ada dalam diri manusia. Namun, seseorang yang menderita acrophobia pada derajat tinggi atau parah dapat mengalami maladaptif, menghalangi mereka untuk hidup dan beraktivitas di gedung-gedung yang lebih dari satu tingkat, meski hanya sekedar naik tangga.
Apa penyebab dari Acrophobia ?
Ada penelitian yang saling bertentangan tentang apa itu penyebab phobia, termasuk acrophobia. Beberapa psikolog memiliki pendapat bahwa phobia disebabkan karena pengalaman traumatis awal. Dalam kasus acrophobia, pengalaman ini bisa jadi termasuk jatuh dari pohon, atau pernah melihat seseorang luka akibat terjatuh dari tempat yang tinggi. Acrophobia bisa juga disebabkan karena pemodelan. Misalnya, anak yang orangtuanya mengalami perasaan takut pada ketinggian lebih berpotensi menderita acrophobic. Sehingga acrophobia sangat mungkin merupakan kombinasi dari aspek lingkungan dan genetik. Banyak terjadi, orang dengan phobia tertentu akan mengalami phobia lain atau jenis kecemasan lainnya.
Acropobia merupakan phobia yang umum terjadi pada seseorang, sehingga mungkin dipengaruhi oleh komponen genetik. Sebenarnya merupakan hal yang wajar jika seseorang merasa takut saat berada pada ketinggian tertentu, dan mungkin takut ketinggian memberikan pengaruh positif pada seseorang, yakni membantu mencegah seseorang dari mengambil risiko yang tidak perlu. Beberapa orang mungkin mengalami acrophobia pada derajat tertentu, dan ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman, misalnya, ketika seseorang berada atau berdiri di langkan yang sangat tinggi.
Tidak semua orang mengalami phobia ini, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa takut ketinggian ini secara genetik telah ada dalam diri manusia. Namun, seseorang yang menderita acrophobia pada derajat tinggi atau parah dapat mengalami maladaptif, menghalangi mereka untuk hidup dan beraktivitas di gedung-gedung yang lebih dari satu tingkat, meski hanya sekedar naik tangga.
Apakah
ada pengobatan untuk penderita Acrophobia ?
Terapi dapat sangat efektif untuk penderita phobia, termasuk penderita acrophobia. Upaya mengurangi phobia secara bertahap (Desensitisasi bertahap)dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan untuk penderita acrophobia, meskipun ini akan memakan waktu yang cukup lama agar dapat bekerja secara efektif. Karena bisa menjadi usaha yang sangat sulit untuk terus-menerus mengekspos penderita acrophobia berada pada ketinggian, sekarang ini, banyak praktisi yang telah menggunakan virtual reality sebagai upaya untuk mengurangi sensitivitas penderita acrophobia, dan pengobatan ini terbukti sangat menjanjikan.
Terapi perilaku kognitif dapat juga dilakukan untuk membantu penderita acrophobia “membingkai ulang” pikiran phobia mereka. Obat tidak akan menghilangkan phobia, tetapi dapat membantu mengurangi atau meminimalkan gejala. Obat sangat membantu jika penderita harus menghadapi ketakutan mereka terhadap ketinggian tanpa melakukan sesi terapi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan resep antidepresan, beta blockers, atau obat penenang untuk membantu penderita acrophobia.
Terapi dapat sangat efektif untuk penderita phobia, termasuk penderita acrophobia. Upaya mengurangi phobia secara bertahap (Desensitisasi bertahap)dapat dijadikan sebagai alternatif pengobatan untuk penderita acrophobia, meskipun ini akan memakan waktu yang cukup lama agar dapat bekerja secara efektif. Karena bisa menjadi usaha yang sangat sulit untuk terus-menerus mengekspos penderita acrophobia berada pada ketinggian, sekarang ini, banyak praktisi yang telah menggunakan virtual reality sebagai upaya untuk mengurangi sensitivitas penderita acrophobia, dan pengobatan ini terbukti sangat menjanjikan.
Terapi perilaku kognitif dapat juga dilakukan untuk membantu penderita acrophobia “membingkai ulang” pikiran phobia mereka. Obat tidak akan menghilangkan phobia, tetapi dapat membantu mengurangi atau meminimalkan gejala. Obat sangat membantu jika penderita harus menghadapi ketakutan mereka terhadap ketinggian tanpa melakukan sesi terapi. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan resep antidepresan, beta blockers, atau obat penenang untuk membantu penderita acrophobia.
2. Ablutophobia adalah rasa takut untuk mandi, mencuci atau
membersihkan diri. Ablutophobia cenderung terjadi pada anak-anak dan perempuan
dibandingkan pria. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh peristiwa-peristiwa yang
dilihat di televisi, film atau bahkan menyaksikan trauma pengalaman orang
lain.Orang-orang dengan ablutophobia biasanya mengalami beberapa penderitaan,
seperti pusing, sesak napas, keringat berlebihan, jantung berdebar-debar, mual,
mulut kering, merasa sakit, gemetar, marah-marah atau kehilangan kontrol.Dan
sebagai obatnya, NLP Self-help atau Neuro Linguistic telah terbukti efektif untuk
fobia ini.
3.Ailurophobia atau fobia kucing merupakan gangguan kecemasan dimana penderitanya
memiliki rasa takut yang irasional terhadap kucing atau sesuatu yang berkonotasi dengan kucing,
sehingga apabila terpapar dengan objek fobianya selalu merasa panik, takut, cemas, dan ingin
segera menghindar. Terapi systematic desensitization digunakan untuk menurunkan tingkat
kecemasan fobia. Efektivitas terapi diketahui dengan mengamati perubahan tingkat kecemasan
fobia selama terapi. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui efektivitas terapi systematic desensitization untuk menurunkan tingkat kecemasan fobia pada masing-masing subjek,
(2)
apakah secara statistik terapi tersebut efektif dalam menyembuhkan subjek penelitian yang
mengidap ailurophobia.
3 contoh hubungan manusia dan penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari ketakutan
1. Terkekang
Sejak kita kecil, dikekang bukanlah
sesuatu yang kita senangi. Kita sebagai manusia yang memiliki pola pemikirannya
sendiri bukanlah mahluk yang senang apabila tidak memiliki kontrol dalam
kehidupan kita sendiri. Bayangkan jika kehidupan Anda dipegang oleh orang lain,
seperti Anda harus menikah dengan orang ini, Anda tidak boleh makan dan minum
sebelum jam 1, Anda harus menggunakan baju ini, Anda harus menggunakan celana
ini dan seterusnya.
Hal ini dapat disetarakan dengan
batasan pada kebebasan, setiap orang ingin bebas mengatur kehidupannya sendiri.
Kebebasan sendiri bukanlah sesuatu yang selalu positif jika dilakukan terlalu
berlebihan, oleh karena itulah dibuat peraturan-peraturan baik secara tertulis
ataupun tidak tertulis (peraturan sosial).
2. Menjadi Tua
Keabadian, banyak manusia ingin mencapai hal tersebut karena rasa takut pada saat mereka menjadi tua. Rasa takut menjadi tua lebih besar dari rasa takut akan kematian karena seiring seseorang bertambah dewasa, rasa takut menjadi tua ini terus membesar hingga pada akhirnya pada titik tertua mereka, mereka akan mengalami rasa takut akan kematian.
Pada saat seseorang masih muda mereka
tahu bahwa pada saat mereka beranjak dewasa mereka akan mengalami kerasnya
kehidupan, seiring orang tersebut bertambah tua, ia mengalami keriput, semakin
lemah, uban bermunculan dan seterusnya. Banyak sekali orang yang berusaha untuk
menghindari hal ini dengan pergi ke pusat kecantikan untuk menghindari
tanda-tanda penuaan tersebut, beberapa lainnya berusaha untuk tetap fit dengan
berolahraga secara rutin.
3. Kegagalan
Rasa takut akan kegagalan berada di
posisi teratas dari rasa takut terbesar umat manusia karena kegagalan dapat
berarti banyak hal dan cakupannya sangatlah besar. Sepanjang hidup kita, kita
selalu diikuti dengan rasa takut ini. Dimulai dari gagal memasak, menjatuhkan
piring, takut mengambil keputusan, tidak berhasil dalam menjalankan sesuatu,
merasa frustasi, dan seterusnya. Itu semua adalah hal-hal yang dapat disebut
sebagai kegagalan.
Karena sifat ambigu dari kegagalan
inilah banyak orang takut untuk mengambil kemajuan dalam hidupnya. Mereka takut
untuk apabila mereka melakukan sesuatu yang berujung ke kegagalan, padahal
tidak ada yang tahu apabila mereka melakukan hal tersebut mereka dapat menjadi
seseorang yang berhasil dalam hidupnya. Tapi orang-orang sukses dan terkenal di
dunia-pun pasti pernah mengalami yang namanya rasa takut akan kegagalan bahkan
hingga sekarang.
3 contoh hubungan manusia dan
penderitaan dalam kehidupan sehari – hari dari kekalutan mental
1.Trauma
Setiap orang pasti pernah punya pengalaman
traumatis, seperti ditinggal oleh orang yang dicintai, menderita penyakit
serius, perceraian, kecelakaan, pelecehan, dipermalukan, melihat kejadian
mengerikan dan sebagainya.
Pada saat itu, kita
mungkin akan merasa sangat gelisah atau mengalami "guncangan
perasaan" yang membuat kita tidak bisa tidur nyenyak selama beberapa hari.
Tetapi biasanya guncangan perasaan itu akan berlalu, dan kehidupan menjadi
lebih normal kembali. Contoh kasus trauma yang hilang dengan sendirinya,
misalnya Anda mengalami kecelakaan mobil. Mungkin Anda menjadi takut menyetir
atau sangat berhati-hati saat menyetir.Namun setelah beberapa minggu berlalu,
Anda sudah kebut-kebutan di jalan lagi. Inilah trauma sementara yang sering
kita alami.
Namun bagi beberapa orang, "guncangan mental" itu tidak pernah
berlalu. Selalu dihantui oleh perasaan mencekam dan hidup tidak pernah tenang,
seolah kejadian traumatis terus menerus terjadi. Seseorang yang merasa seperti
ini mungkin menderita Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut
oleh orang awam sebagai "trauma", sebuah gangguan psikologis yang
menyebabkan penderitanya tidak bisa merasakan kedamaian.Seseorang mengembangkan trauma adalah akibat respon terhadap
sebuah kejadian yang mengerikan, baik yang dialami sendiri atau dialami orang
lain yang disaksikan. Pengalaman tersebut menyebabkan seseorang merasakan takut
yang sangat kuat, atau perasaan tidak berdaya menghadapinya. Tidak semua orang
yang mendapat pengalaman traumatis akan mengembangkan trauma. Hanya sekitar 20%
saja yang mengembangkan trauma.
2.Frustasi
Frustasi merupakan
suatu keadaan ketegangan yang tak menyenangkan, dipenuhi perasaan dan aktivitas
simpatetis yang semakin meninggi yang disebabkan oleh rintangan dan hambatan.Frustrasi dapat berasal dari
dalam (internal) atau dari luar diri (eksternal) seseorang yang mengalaminya.
Sumber yang berasal dari dalam termasuk kekurangan diri sendiri seperti
kurangnya rasa percaya
diri atau
ketakutan pada situasi sosial yang menghalangi pencapaian tujuan.Penyebab
eksternal dari frustrasi mencakup kondisi-kondisi di luar diri seperti jalan
yang macet, tidak punya uang, atau tidak kunjung mendapatkan jodoh. Contoh kekalutan
mental salah satunya yaitu, apabila seseorang menginginkan suatu barang namun
kemampuan yang ia miliki tidak mungkin bisa untuk mendapatkan barang tersebut,
maka cara apapun akan dilakukan demi barang tersebut, sekalipun dengan cara
yang tidak baik. Keinginan yang mengebu-gebu ini akan mengakibatkan orang
tersebut mengalami kekalutan mental yang juga akan berdampak pada terjadinya
agresi, regresi, fiksasi, proyeksi, identifikasi, narsisme maupun autisme
sehingga harus berkonsultasi pada psikiater.
3.Patah Hati
Patah
hati adalah suatu metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit
emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan
orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah
secara fisik atau penolakan cinta.
Patah hati biasanya
dikaitkan dengan kehilangan seorang anggota keluarga atau pasangan hidup, meski
kehilangan orang tua, anak, hewan peliharaan, orang yang dicintai atau teman
dekat bisa "mematahkan hati seseorang", dan sering dialami ketika sedih
dan merasa kehilangan. Frasa ini mengarah pada sakit fisik yang dirasakan
seseorang di dada sebagai dampak kehilangan tersebut, tetapi ada pula
perpanjangannya yang meliputi trauma emosional ketika perasaan tersebut tidak
dialami sebagai wujud sakit somatik. Meskipun "patah hati" biasanya
tidak memberi kerusakan fisik apapun pada jantung, ada sebuah kondisi bernama
"sindrom patah hati" atau kardiomiopati Takotsubo, yaitu ketika
sebuah insiden traumatik mendorong otak untuk menyalurkan zat-zat kimia ke
jaringan jantung yang melemah.
sumber
: http://berbagiresume.blogspot.com/2013/03/analisis-kasusu-dari-teori-frustasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar